GLUTARALDEHID SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK BAHAN STERILISASI ALAT MEDIS DI RUMAH SAKIT

*Ida Fitri Leksanawati  -  Mahasiswa Peminatan Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Budiyono Budiyono  -  Bagian Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Suhartono Suhartono  -  Bagian Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 22 Jul 2020; Published: 2 Nov 2020.
View
Untitled
Subject
Type Research Instrument
  Download (428KB)    Indexing metadata
Untitled
Subject
Type Research Instrument
  Download (115KB)    Indexing metadata
Open Access
Citation Format:
Abstract
Sterilisasi alat medis untuk operasi dilakukan untuk mencegah infeksi. Proses sterilisasi yang dilakukan selama ini dengan cara direbus. Alat medis yang disteril dimungkinkan masih mengandung kuman.  Pilihan proses sterilisasi yang lain adalah menggunakan bahan kimia glutaraldehid. Glutaraldehid mempunyai sifat disinfektan kuat, bersifat bakterisida, virusida, dan fungisida, serta bersifat non-korosif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas glutaraldehid berdasarkan waktu dan konsentrasi. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan 48 sampel alat set medis bedah (gunting jaringan, pinset, klem besar dan klem ovarium). Konsentrasi dalam volume 1 liter air yang digunakan 20 ml, 25 ml dan waktu (20 menit, 30 menit). Uji  analisis  statistik  dengan  Uji Two way Anova. Hasil penelitian konsentrasi 20 ml / 1 liter  air  sangat efektif membunuh kuman pada alat set medis bedah. Ada efesiensi biaya untuk sterilisasi menggunakan bahan kimia glutaraldehid dengan kosentrasi 20 ml/1 liter air dibandingkan konsentrasi 25 ml/1 liter air di Instalasi CSSD RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh desinfektan glutaraldehid dalam menurunkan angka kuman pada konsentrasi 20 ml dan waktu 20 menit. Namun demikian, perlu riset lebih lanjut dan seksama untuk mengetahui efektifitas bahan kimia tersebut.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: Glutaraldehide; alat medis bedah; bakteri

Article Metrics:

  1. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan fasilitas lainnya. 2011
  2. UU No. 36 tentang Kesehatan. 2009
  3. WHO. Pedoman untuk Desinfeksi dan Sterilisasi di Fasilitas Layanan Kesehatan No Title. 2008. 82 p
  4. WHO. Infant mortality. World Health Organization. 2010
  5. Ducel G, Fabry J NL. Prevention of Hospital Acquired Infections. A Pract Guid WHO. 2002;2ndedition
  6. Achmad I. Manajemen perawatan pasien total care dan kejadian infeksi nosokomial di ruang ICU RSUD Masohi tahun 2016. 2017;2:319–324
  7. Nugraheni R, Suhartono WS. Infeksi Nosokomial di RSUD Setjonegoro Kabupaten Wonosobo. Media Kesehat Masy Indones. 2012;11
  8. Nihi S. Gambaran Penderita Infeksi Nosokomial Pada Pasien Rawat Inap RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. 2010. hal : 2-3. pdf, diakses tanggal 19 November 2012
  9. Kemenkes RI. KMK No. 1204/Menkes/SK/X/2004 ttg Persyaratan Kesehatan Lingkungan RS. 2004
  10. Darmadi. Infeksi Nosokomial: Problematika Dan Pengendaliannya.Jakarta: Penerbit Salemba Medika. 2008
  11. Hugo, W.B. dan Russel AD. Pharmaceutical Microbiology. Pharm Microbiol 4th ed, BSPLondon. 1987;
  12. Jawetz, E., Melnick, J.L. & Adelberg EA. Mikrobiologi Kedokteran. Mikrobiol Kedokt. 2005;XXII, 327-
  13. Nugraha Michael Dian /Aesculap. German Society of Central Sterilization Supply Department (DGSV). Int J Sterile Supply
  14. Utami SP, Mulyawati E, Soebandi DH. Perbandingan Daya Antibakteri Disinfektan Instrument Preparasi Bacillus subtilis. J Kedokt Gigi. 2016;7(2):151–6
  15. Whitman WB. Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Cambridge Univ Press New York. 2009;2ndedition
  16. Spicer J. Clinical Microbiology and Infectious Diseases. LondonChurchill Livingstone Elsevier. 2008;2nd Editio
  17. Brooks. et al. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta, EGC. 2008;Ed.23
  18. Rusmah M. Glutaraldehyde in dentistry–a review. Singapore Dent J. 1993;18 (1): 17
  19. Sukhija U, Rathee M, Kukreja N, Khindria S.K S V. Efficacy Of Varios Disinfectans On Dental Impression Material. Internet J Dent Sci. 2010;9 (1): 1-1
  20. Rutala WA, Weber DJ. Disinfection and sterilization in healthcare facilities. Bennett Brachman’s Hosp Infect Sixth Ed. 2013;(May)
  21. Rutala WA. New Disinfection and Sterilization Guidelines. Biomed Saf Stand. 2009;39(4):32
  22. Meganada Hiriana Putri, Sukini Y. MIKROBIOLOGI KEPERAWATAN GIGI. 2017. 401 p