FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN FREKUENSI AKSES PORNOGRAFI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DI KOTA BOGOR (Studi di SMA ‘X’ Kota Bogor)

*Sabrina Gayatri  -  Mahasiswa Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Zahroh Shaluhiyah scopus  -  Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Ratih Indraswari  -  Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 2 Jan 2020; Published: 16 Mar 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Akses pornografi semakin mudah untuk diakses memungkinkan remaja sebagai penerus bangsa dan sebagai individu yang sedang berkembang serta tinggi akan rasa penasaran akan terpicu untuk melakukan aktivitas seperti yang dilihat pada konten pornografi. Perilaku seksual berisiko seperti ciuman bibir, petting hingga hubungan seksual sudah banyak dilakukan oleh remaja sebelum waktunya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku akses pornografi yang berdampak pada perilaku seksual remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi pada penelitian ini ada siswa dan siswi yang bersekolah di SMA ‘X’ Kota Bogor sejumlah 337 orang dengan teknik sampling penelitian menggunakan total sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Penelitian ini menunjukkan jika frekuensi akses pornografi rendah atau < 2x/hari (68%) dan frekuensi akses pornografi tinggi atau ≥ 2x/hari (32%). Pada perilaku seksual menunjukkan perilaku seksual tidak berisiko (78,6%) dan berisiko (21,4%). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Usia (p = 0,045) berhubungan dengan frekuensi akses pornoggrafi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Jenis Kelamin (p = 0,002), Pengalaman Pacaran (p = 0,002), Sikap (p = 0,002), Peran Teman Sebaya p = 0,000), Pengawasan Orang Tua (p = 0,036), Kategori Pornografi (p = 0,010) dan Jenis Konten Pornografi (p = 0,000) berhubungan dengan perilaku seksual responden. Saran bagi sekolah agar dapat memberikan informasi mengenai dampak dari pengaksesan pornografi serta pengawasan penggunaan media elektronik di sekolah serta kepada orang tua agar lebih memantau kegiatan anak sehingga mengurangi kejadian-kejadian menyimpang.

Keywords: Akses Pornografi; Perilaku Seksual; Remaja

Article Metrics:

  1. Susanti. 2012. Hubungan Jenis Kelamin, Keterpaparan Media Dan Pengaruh Teman Sebaya Dengan Perilaku Seksual Remaja Di SMPN 6 Palopo Sulawesi Tengah Tahun 2012. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia
  2. M. Donevan, M. Mattebo. 2017. The Relationship between Frequent Pornograpgy Consumption, Behaviors, and Sexual Preoccupancy among Males Adolescents in Sweden, Journal Sexual and Reproductive Healthcare
  3. Putri, Shilidane. 2017. "Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Remaja Yang Tinggal Di Lingkungan Resosialisasi Argorejo Kota Semarang," Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol. 5, No. 5
  4. Motrik, dkk. 2015. Perilaku Seskaul Remaja Berdasarkan Analisis Faktor Dari Theory Of Planned Behavior Di SMA Tri Guna Bhakti. Surabaya: Universitas Airlangga
  5. Sekarrini, Loveria. 2012. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Remaja Di SMK Kesehatan Di Kabupaten Bogor Tahun 2011. Program Studi Kesehatan Reproduksi, Fakultas Kesehatan Masyaraka. Depok: Universitas Indonesia
  6. Nugroho, A., etc. 2010. Hubungan Antara Figur Kelekatan Orangtua Dan Kontrol Diri Degan Perilaku Seksual Remaja SMAN 11 Yogyakarta. 1 - 10
  7. Duffy, A., Dawson, D.L., & das Nair, R. 2016. Pornography Addiction in Adults: A Systematic Review of Definitions and Reported Impact. The Journal of Sexual Medicine, 13(5), 760-777
  8. Husain W, Qureshi Z. Preferences In Marital Sexual Practices And The Role Of Pornography. Sexologies (2016),
  9. Hurlock, Elizabeth J. 2008. Psikologi Perkembangan; Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, Edisi 5. Jakarta: Erlangga
  10. Mahyarni. 2013. Theory of Reasoned Action & Theory of Planned Behavior (Sebuah Kajian Historis Tentang Perilaku, Jurnal El-Riyasah, Vol.4 No.1
  11. Jahja, Yudrik. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana
  12. Notoatmojo S. Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: PT. Rineka Cipta; 2007
  13. Sahid. 2015. Aplikasi Internet dan Penggunaannya, Laboratorium Komputer Jurdik Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta
  14. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. Survei Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia Tahun 2017
  15. Hadiati, Irene Dora Thea. 2016. Hubungan Pengaksesan Situs Pornografi Dengan Sikap Seksual Pranikah Pada Remaja Di SMA 2 Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Naskah Publikasi
  16. Mesra, etc. 2016. Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Perilaku Seksual Remaja, Jurnal Ilmiah Bidan, Vol. 1 No.2
  17. Ajzen IFM. Attitudes, Personality and Behavior. 2nd ed. Berkshire, UK: Open University Press-McGraw Hill Education; 2005