PERILAKU REMAJA PUTERI DALAM MENGATASI DISMENORE (STUDI KASUS PADA SISWI SMK NEGERI 11 SEMARANG )

*Meliana Fatmawati  -  , Indonesia
Emmy Riyanti  -  , Indonesia
Bagoes Widjanarko  -  , Indonesia
Published: 5 Aug 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi. Angka kejadian dismenore di Jawa Tengah mencapai 56%. Pada umumnya dismenore tidak berbahaya, namun acapkali dirasa menggganggu bagi wanita yang mengalaminya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Perilaku Remaja Puteri dalam Mengatasi Dismenore di SMK N 11 Semarang. Masalah pada penelitian ini bagaimana perilaku remaja puteri dalam mengatasi dismenore di SMK Negeri 11 Semarang. Metode yang digunakan Kualitatif dengan metode deskriptif . Subyek penelitian adalah siswi kelas X jurusan persiapan, pemilihan subyek penelitian menggunakan metode pusposive yaitu 12 orang. Sumber data menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, interpretasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa, usia subyek adalah 15-16 tahun (remaja pertengahan). Umur saat pertama kali mentruasi dari umur 10 – 14 tahun, lama menstruasi yang dialami 3 - 7 hari, bahkan ada yang mengalami lama menstruasi 10 - 20 hari. Semua subyek mengalami dismenore, lama dismenore1 – 3 hari bahkan ada yang sampai selama menstruasi, riwayat keluarga yang mengalami dismenore yaitu ibu, kakak dan tantenya. Dismenore yang dialami mengganggu aktivitas belajar, aktivitas lainnya serta mengganggu hubungan sosial dengan keluarga, teman dan pernah tidak masuk sekolah karena dismenore. Pengetahuan yang dimiliki oleh subyek penelitan masuk dalam kategori baik. Namun tidak semua subyek menunjukkan sikap positif terhadap pendapat orang lain. Keyakinan subyek dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki, dan dipengaruhi orang – orang terdekat seperti pendapat ibu dan teman – teman dekatnya. Terdapat sarana prasarana mendukung mengatasi dismenore. Namun masih kurangnya ketersediaan informasi kesehatan di sekolah sehingga subyek mencari informasi melalui referensi lain. Adanya dukungan dari ibu dan teman mengatasi permasalahan tersebut. Perilaku subyek penelitian dalam mengatasi dismenore yaitu subyek melakukan usaha pengobatan atau mengatasi rasa sakit yang dirasakan dengan cara farmakologi dan non farmakologi. Sehingga dari hasil penelitian disarankan agar sekolah dapat memberikan informasi kesehatan reproduksi kepada siswa, khususnya siswi SMK Negeri 11 Semarang.

Keywords: Dismenore, Perilaku Mengatasi Dismenore, Remaja Puteri

Article Metrics: