ANALISIS FAKTOR RISIKO GANGGUAN PENDENGARAN SENSORINEURAL PADA PEKERJA PT. X SEMARANG

*Sinta Marlina  -  , Indonesia
Ari Suwondo  -  , Indonesia
Siswi Jayanti  -  , Indonesia
Published: 2 Mar 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Gangguan pendengaran sensorineural merupakan gangguan pada sistem sensor yang pada koklea. PT. X Semarang adalah perusahan manufaktur yang memproduksi lembaran baja seng. Di perusahaan tersebut, terdapat beberapa bagian kerja yang intensitas kebisingannya sudah melebihi NAB yaitu 86,9-93,6 dBA pada bagian produksi. Dari hasil audiometri, ditemukan 18 pekerja yang memiliki gangguan pendengaran sensorineural. Dari hasil medical checkup, diketahui terdapat 6 pekerja mengalami hipertensi, 6 pekerja mengalami diabetes mellitus, dan 15 pekerja mengalami hiperkolesterol.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor (intensitas kebisingan, usia, masa kerja, kedisiplinan penggunaan earplug, hipertensi, DM, dan hiperkolesterol) yang berpengaruh terhadap gangguan pendengaran sensorineural pada pekerja. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 120 pekerja yang berasal dari bagian produksi, maintenance, dan administrasi. Sampel penelitian berjumlah 66 responden, dihitung secara proporsional sehingga didapatkan 29 responden berasal dari bagian produksi, 13 responden berasal dari bagian maintenance, dan 24 responden berasal dari bagian administrasi. Analisis multivariat dengan regresi logistik ganda menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh yaitu intensitas kebisingan (OR= 13,153: p= 0,002), usia (OR= 11,838: p= 0,033), dan riwayat hipertensi (OR= 14,368: p= 0,031). Disimpulkan bahwa intensitas kebisingan, usia, dan riwayat hipertensi merupakan faktor risiko gangguan pendengaran sensorineural pada pekerja di PT. X Semarang.

Keywords: Gangguan Pendengaran Sensorineural, Faktor Risiko

Article Metrics: