skip to main content

ANALISIS DISTRIBUSI PEMASARAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI DESA BETAHWALANG KABUPATEN DEMAK

*Edwi Ria Agustina  -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Abdul Kohar Mudzakir  -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Taufik Yulianto  -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditas ekspor yang mempunyai nilai jual tinggi. Rata-rata produksi sumberdaya rajungan yang didaratkan di Desa Betahwalang 176 ton/tahunnya. Rajungan ditangkap menggunakan tiga alat tangkap, yaitu bubu lipat, arad, dan gillnet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  distribusi pemasaran, margin pemasaran di masing-masing lembaga pemasaran dan efisiensi pemasaran rajungan di Desa Betahwalang, Kabupaten Demak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Kasus yang diteliti pada penelitian ini adalah pemasaran hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) di Desa Betahwalang selama bulan Desember 2013-Januari 2014. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Metode pengambilan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 2 bentuk distribusi pemasaran. Rajungan yang memenuhi standar ekspor (first grade) dipasarkan ke pasar ekspor Amerika sedangkan rajungan dengan kualitas second grade dipasarkan ke pasar lokal Indonesia. Marjin pemasaran rajungan paling besar adalah marjin dari mini plant A ke eksportir sebesar Rp 10.119/kg rajungan. Lembaga pemasaran yang paling efisien pada distribusi pemasaran rajungan adalah pedagang pengumpul dengan nilai efisiensi sebesar 0,03 karena biaya pemasarannya yang sedikit.

 

Blue swimming crab (Portunus pelagicus) is one of export commodities which have high value. Average production swimming crab resources are landed by fisherman in Betahwalang Village is 176 ton/years. Blue swimming crabs are catched by three fishing gears, include traps, mini trawl, and gillnet. The purposes of this research were to analysis marketing distribution, margin dan profit in each marketing agencies of blue swimming crab and marketing efficiency in Betahwalang Village, Distric of Demak. This research use descriptive method with approach of case study. The case of this research is marketing of blue swimming crabs in Betahwalang during December 2013 until Januari 2014. The analysis method of sampling is purposive sampling. The data required has been collected through observation and interview method. The result of this research is showed that two form of blue swimming crab marketing distribution. Blue swimming crabs that have export standart (first grade) are distributed to export market in Amerika. Blue swimming crabs that have second grade quality are distributed in local market in Indonesia. Marketing margins are highest obtained by mini plant A to exporter of Rp 10,119/kg blue swimming crab. The marketing agencies have the most value of marketing efficiency was found in collector with the value is 0.03 because it have smaller marketing cost.

Fulltext View|Download
Keywords: Distribusi Pemasaran; Marjin Pemasaran; Efisiensi Pemasaran; Rajungan

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.