PERTUMBUHAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni Dan Gracilaria sp.) DENGAN METODE LONG LINE DI PERAIRAN PANTAI BULU JEPARA

*Angga Dwi Hernanto  -  Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sri Rejeki  -  Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Restiana Wisnu Ariyati  -  Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 29 Apr 2015.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IND
Statistics: 1078 524
Abstract

Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan yang sangat potensial untuk dikembangkan di daerah pesisir. Dalam rangka pengembangan potensi ini diperlukan salah satu teknik budidaya yang dapat mengoptimalkan daerah perairan tersebut. Metode long line merupakan salah satu metode yang diterapkan pada budidaya rumput laut Eucheuma cottoni dan gracilaria sp. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan pertumbuhan dua jenis rumput laut yang berbeda dengan metode budidaya yang sama di perairan pantai bulu jepara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2014. Tanaman uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumput laut dari jenis E. cottonii dan Gracilaria sp. dengan bobot awal 100 gram pada setiap perlakuan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan dan 30 kali ulangan yaitu perlakuan A (E. cottonii), dan perlakuan B (Gracilaria sp.). Data yang dikumpulkan  adalah laju pertumbuhan relatif dan laju pertumbuhan harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumput laut E. cottonii dan Gracilaria sp. yang di budidayakan dengan metode long line di perairan laut bulu mempunyai pertumbuhan berbeda. Rumput laut E. cottonii memiliki pertumbuhan yang lebih baik dari pada Gracilaria sp., perlakuan A (E. cottonii) menunjukkan pertumbuhan relatif terbaik (190,00%), dan laju pertumbuhan harian (2,36%/hari). Sedangkan pada perlakuan B (Gracilaria sp) pertumbuhan relatif (95,33 %), dan laju pertumbuhan harian (1,49%/hari).

 

Seaweed is one very potential comodities to be developed in coastal areas. In order to develop this potential takes a cultivation techniques that can optimize the area of water sea. Long line method is one method that is applied to the culture of seaweed Eucheuma cottoni and gracilaria sp. The purpose of this study was to compare growth of two different types of seaweed with same method in bulu sea Jepara. The research was conducted in July - August 2014.Test plants used in this study was the seaweed E. cottonii and Gracilaria sp. with initial weight of 100 grams in each treatment. The experimental design used was a completely randomized design with 2 treatments and 30 replications is A (E. cottonii), and B (Gracilaria sp.). The data collected is the relative growth rate and daily growth rate. The results showed that the seaweed E. cottonii and Gracilaria sp. is cultivated with a long line methods in bulu sea have different growth. Seaweed E. cottonii have better growth than in Gracilaria sp., Treatment A (E. cottonii) showed the best relative growth (190.00%), and daily growth rate (2.36% / day). While on treatment B (Gracilaria sp.) relative growth (95.33%), and daily growth rate (1.49% / day).

Keywords: Eucheuma cottonii; Gracilaria sp.; long line; pertumbuhan; pantai bulu

Article Metrics: