PEMANFAATAN TEPUNG DAUN LAMTORO (Laucaena gluca) YANG TELAH DIFERMENTASIKAN DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus)

Rachma Restiningtyas, - Subandiyono, - Pinandoyo

Abstract


Tepung daun lamtoro merupakan sumberdaya bahan baku yang potensial untuk bahan baku pakan ikan nila merah (Oreochromis niloticus).  Namun pemanfaatannya terkendala dengan adanya kandungan zat antinutrisi yang terkandung di dalam daun lamtoro seperti neutral detergent fiber (NDF), acid detergent fiber (ADF), defisiensi asam amino esensial dan kandungan mimosin.  Hasil fermentasi diharapkan terjadi peningkatan terhadap kualitas bahan pakan yang akan digunakan campuran pakan ikan. Daya cerna ikan dapat meningkatkan serat kasar pada daun lamtoro menurun setelah proses fermentasi. Fermentasi tersebut menggunakan probiotik yang mengandung bakteri Tricoderma sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tepung daun lamtoro yang difermentasikan dan ditambahakan kedalam pakan terhadap pertumbuhan ikan nila merah (O. niloticus). Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan.  Ikan diberi pakan buatan dengan kadar tepung daun lamtoro yang telah difermentasi sebanyak 0, 5, 10, dan 15%. Variabel yang diamati meliputi laju pertumbuhan relative (RGR), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisien sirasio (PER), dan kelulushidupan (SR).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun lamtoro sebesar 10% memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai RGR, EPP, dan PER yaitu masing-masing sebesar 2.09%/hari; 60.84% dan 2.03% namun tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap nilai SR.  Berdasarkan pada hasil penelitian ini dapat simpulkan bahwa tepung daun lamtoro sebesar 10% dalam pakan mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila merah (O.niloticus). Dosis optimum tepung daun lamtoro yang dapat ditambahakan kedalam pakan buatan untuk benih ikan nila merah adalah sebesar 10.00 – 11.25%.

 

Leucaena leaf powder was a potensial ingredient for raw material feed of red telapia. However it has constrainet by week the presence of anti nutrient in the leaf as neutral detergent fiber (NDF), acid detergent  fiber (ADF), essential amino acid deficiency and mimosin. By fermentation process it was expected could in crase the quality of the ingediend for fish died. Fish does just dibelity on the leaf powder as crade fiber contains dicreasing after fermentation proses. The proces use probiotic containing Trichoderma sp. This research was aimed to study the influence of fermented Leucaena leaf powder to artificial feed on the growth of red tilapia (O. niloticus). The exsperimental method used was completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replicates. The fish were fed on trial feed containing fermented leucaena leaf as must as 0, 5, 10, and 15%. The variables, measured include the relative growth rate (RGR), efficiency of feed utilization (EPP), protein efficiency ratio (PER), and survival rate (SR). The data showed that the used of fermented leucaena leaf powder of significanly different (P<0.05) on the of 10% resulted of  RGR, EPP, and PER that were 2.09% / day, 60.84%,  2.03%, while the value of SR was similar (P>0.05).  It was concluded that fermented Leucaena leaf powder as must as 10% feeding enhances growth of tilapia (O.niloticus). Optimum dose Leucaena leaf powder that can be added into artificial feed for red telapia seeds as much as 10.00 – 11.25%.


Keywords


pertumbuhan; nila; pakan; daun lamtoro; fermentasi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Journal of Aquaculture Management and Technology by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jamt is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats