skip to main content

ANALISA GENETIC GAIN ANAKAN IKAN NILA PANDU (Oreochromis niloticus) F5 HASIL PEMBESARAN I

*Nurin Dalilah Ayu  -  Program Studi Budidaya Perairan, FPIK, UNDIP, Indonesia
Sri Hastuti  -  Dosen Program Studi Budidaya Perairan, FPIK, UNDIP, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Budidaya ikan nila (O. niloticus) di Indonesia berkembang cukup pesat. Hal tersebut didukung oleh peluang pasar cukup besar baik di pasar lokal maupun ekspor. Teknik budidaya ikan nila dinilai cukup mudah. Berkembangnya budidaya ikan nila didukung pula oleh pemeliharaan dan pemijahan yang mudah, yang kemudian mutu produksi semakin tidak terkontol. Upaya mengatasi masalah tersebut adalah adanya perbaikan mutu induk yaitu dengan perbaikan genetik calon induk salah satunya dengan seleksi breeding. Target dilakukannya seleksi untuk menghasilkan produksi biomasa tinggi sebagai ikan konsumsi. Tolak ukur keberhasilan kegiatan seleksi dapat dilihat dari nilai genetic gain.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai genetic gain dan membandingkan pertumbuhan antara anakan nila top 10% dan anakan nila rataan. Anakan top 10% merupakan hasil seleksi ikan dengan karakteristik 10% terbaik dari populasi. Anakan rataan merupakan ikan dengan karakteristik rata-rata pada populasi atau tanpa melalui seleksi individu disebut juga kontrol.

Penelitian ini dilaksanakan pada April-Juni 2012 di Satker PBIAT Janti, Klaten. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan dan 3 kali ulangan, perlakuan tersebut adalah ikan nila pandu top 10% dan ikan nila pandu rataan. Kultivan uji berumur D90 dengan  panjang 11-13cm, dengan kisaran bobot 24.84-45.72g. Kultivan dipelihara hingga D150. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Data yang diambil meliputi kelulushidupan, pertumbuhan panjang dan bobot, FCR, SGR, genetic gain serta data kualitas air sebagai data penunjang. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif.

Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa karakteristik pertumbuhan ikan nila pandu F5 top 10% lebih baik dibanding ikan nila pandu F5 rataan. Rerata genetic gain bobot dan panjang pada sampling D90 adalah 84.04% dan 17.92%, D120 (♂) : 88.51% ,22.39% dan , D120 (♀) : 86.00% dan 20.51%, D150 (♂): 95.77 % dan  26.28%, D150 (♀): 90.83% dan 24.15%. Rerata genetic gain SGR pada D120 2.76% dan D150 (♂,♀) adalah 7.71% dan 6.29%. Rerata genetic gain FCR D120, D150 adalah 4.42%, 2.93% dan rerata genetic gain SR adalah 3.89%.

Fulltext View|Download
Keywords: Ikan Nila (O. niloticus); Genetic Gain; Pertumbuhan, Seleksi.

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.