PENGARUH PERENDAMAN HORMON TIROKSIN DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP DAYA TETAS TELUR, PERTUMBUHAN, DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN MAS KOKI (Carassius auratus)

*Lani Oktaviani  -  Departemen Akuakultur, Indonesia
Fajar Basuki  -  Departemen Akuakultur, Indonesia
Ristiawan Agung Nugroho  -  Departemen Akuakultur, Indonesia
Published: 27 Nov 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IND
Statistics: 613 752
Abstract

Ikan mas koki (Carassius auratus) merupakan salah satu jenis ikan hias yang sangat digemari masyarakat serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Namun dalam pembudidayaannya ikan mas koki terdapat permasalahan terutama rendahnya derajat penetasan pada telur ikan mas koki yang berkisar antara 40%-50%. Penggunaan teknik rekayasa hormonal seperti hormon tiroksin merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas pengembangan kultivasi pada ikan air tawar diantaranya ikan mas koki. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perendaman hormon tiroksin terhadap daya tetas, kelangsungan hidup larva ikan mas koki (Carassius auratus) serta untuk mengetahui pengaruh dosis  hormon tiroksin yang terbaik untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan mas koki(Carassius auratus). Tiroksin mengandung mineral berupa yodium yang dapat meningkatkan daya tetas dan kelangsungan hidup ikan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penggunaan dosis yang berbeda. Perlakuan tersebut adalah A 0 mg/L atau tanpa dilakukan perendaman dengan tiroksin, perlakuan B dosis 0.05 mg/L, perlakuan C dosis 0.1 mg/L dan perlakuan D dosis 0.15 mg/L dengan lama perendaman sama yaitu 24 jam. Data yang diamati meliputi derajat penetasan telur (%), pertumbuhan (SGR), kelulushidupan (SR) dan kualitas air. Hasil penelitian menunujukkan bahwa daya tetas telur ikan mas koki pasca perendaman hormon tiroksin berpengaruh nyata (P<0,05) dengan hasil terbaik pada perlakuan D 73.67% (dosis 0.15 mg/L ), hasil juga menunjukan berpengaruh nyata (P<0,05) dengan hasil terbaik pada perlakuan B 83.99% (dosis 0.05 mg/L) serta laju pertumbuhan spesifik menunjukkan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan nilai tertinggi pada perlakuan C 9.73% (dosis 0.1 mg/L). Sedangkan kualitas air selama pemeliharaan masih dalam kisaran layak untuk budidaya ikan mas koki.

 

The goldfish (Carassius auratus) is one of the most popular fish species and has a very high economic value. But in the cultivation of goldfish chef there are problems, especially the low degree of hatching on the egg. The use of hormonal techniques such as thyroxine hormone is one way that can be done to improve the quality of cultivation development among freshwater fish including goldfish chef. The purpose of this research has determined the effect of thyroxine hormone immersion on hatching rate, survival rate of carp larvae (Carassius auratus) and to know the influence of doses thyroid hormone soaking is best for growth and survival of carp larvae (Carassius auratus). Thyroxine contains mineral such as iodine which can increase hatching rate and survival rate of the fish. The treatment in this study was treatment A 0 mg/L (Without immersion of the hormone thyroxine), B dose of thyroxine 0.05 mg / l, C dose of thyroxine 0.1 mg / l, and D dose of thyroxine 0.15 mg / l. Observed data included egg hatching (HR), survival rate (SR), specific growth rate, and water quality. The results showed that the hatching power of goldfish eggs after immersion hormone thyroxine significantly (P<0,05) with the best results on treatment D 73.67% (dose 0.15 mg / L), and also SR show significant effect (P<0,05) with the best value at treatment B 83.99%  (dose 0,05 mg / L) and specific growth rate showed no significant effect (P>0,01) with highest value in treatment C 9.37% (dose  0.1 mg / L hormone). While the quality of water during maintenance is still within a reasonable range for the cultivation of the goldfish.

Keywords: Hormon Tiroksin; Ikan Mas Koki; Derajat Penetasan; Sintasan larva; Pertumbuhan

Article Metrics: