skip to main content

PENGGUNAAN EKSTRAK AKAR TUBA (Derris elliptica) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA UNTUK PEMBIUSAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DALAM PENGANGKUTAN SISTEM TERTUTUP

*Muhammad Deny Haris Prasetyo  -  Departemen Akuakultur, Indonesia
- - Desrina  -  Departemen Akuakultur, Indonesia
Tristiana Yuniarti  -  Departemen Akuakultur, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Pengangkutan benih ikan jarak jauh membutuhkan bahan anastesi yang bertujuan menurunkan metabolisme ikan. Salah satu sumber anastesi yang potensial secara alami terdapat di Indonesia adalah akar tuba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak akar tuba dengan dosis berbeda terhadap kelulushidupan benih ikan nila pada pengangkutan sistem tertutup, mengetahui dosis pemberian ekstrak akar tuba terbaik dan mengetahui pengaruh pemberian anastesi ekstrak akar tuba terhadap profil darah yang terdiri dari leukosit, eritrosit, hemoglobin, hematokrit. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah benih ikan nila ukuran 6-8 cm, ekstrak akar tuba, sterofoam kotak, kantong plastik, mobil pengangkutan, pipet tetes, spuit suntik, dan antikoagulan (EDTA). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan, 3 ulangan dan waktu pengangkutan selama 10 jam. Dosis ekstrak akar tuba yang digunakan adalah perlakuan A: 0 ml/L, B: 0,3 ml/L, C: 0,4 ml/L, D: 0,5 ml/L dengan kepadatan benih ikan 30 ekor/L air. Hasil yang diperoleh menujukkan kelulushidupan benih pasca pengangkutan tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan menggunakan dosis 0,3 ml/L yaitu sebesar 70±0,03% dan kelulushidupan terendah terdapat pada perlakuan D dengan dosis 0,5 ml/L yaitu 28±0,01%. Hasil analisa profil darah menunjukkan jumlah leukosit berada pada kisaran normal dan untuk eritrosit, hematokrit, hemoglobin berada dibawah kisaran normal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa dosis terbaik untuk penggunaan ekstrak akar tuba adalah 0,3 ml/L,  kelulushidupan tertinggi diperoleh sebanyak 70±0,03%. Profil darah leukosit berada pada kisaran normal dan eritrosit, hematokrit, hemoglobin berada dibawah kisaran normal. Pemberian ekstrak akar tuba potensial untuk digunakan sebagai bahan anastesi dalam pengangkutan benih nila sistem tertutup.

 

The transportation of fish seed is done by farmers for long distance. In nature there are still many natural resources that can be used to be anastesi, including tuba roots. Anesthesia is required to make the fish faint during transportation. The material used in this study is 6-8 cm tilapia seeds, tuba root extract, box sterofoam, plastic bag, transport car, drip blade, injection syringe, EDTA bottle. The method used is experimental method. The experimental design used was Completely Randomized Design with 4 treatments, 3 replications, with time 10 hours of transport. The dosage of tuba root extract used was A: 0 ml/L, B: 0.3 ml/L, C: 0.4 ml/ L, D: 0.5 ml / L with 150 fish / fish density. The result obtained is the best life using dose 0,3 ml /L that is 70 ± 0,03 and lowest life with dose 0,5 ml/L that is 28 ± 0,01. As for the leukocyte blood profile in the normal range and for erythrocytes, hematocrit, hemoglobin is abnormal range. The result of the research, it can be concluded that the best dosage for tuba root extract is 0.3 ml/L, the best survival rate is 70±0,03%, leukocyte are in the normal range and erythrocytes, hematocrit, hemoglobin is below the normal. Giving of potential tuba root extract for use as an anesthetic in the transportation of nile tilapia seeds in closed systems.

Fulltext View|Download
Keywords: Dosis; Kelulushidupan; Darah; Akar tuba; Anastesi

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.