ANALISA KARAKTER REPRODUKSI IKAN NILA KUNTI (Oreochromis niloticus) F6 DAN F7

Dwi Ari Prayuda, Fajar Basuki, Ristiawan Agung Nugroho

Abstract


Ikan nila di Indonesia merupakan salah satu ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis penting. Berbagai upaya terus dilakukan dalam meningkatkan produksi ikan nila, salah satunya adalah dengan pemuliaan seperti perbaikan genetik. Selective breeding adalah riset genetik yang dominan untuk memperbaiki pertumbuhan sebagai tujuan utama baik dari seleksi famili maupun individu.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan karakter reproduksi yang dihasilkan dari ikan nila kunti F6 dan F7 sehingga diketahui terjadinya  peningkatan performa karakter reproduksi dari generasi 6 ke generasi 7. Hasil penelitian perbandingan karakter reproduksi antara ikan nila kunti F6 dan F7 berpengaruh nyata. Ikan nila F6 lebih baik dari F7 dari variabel seperti hatching rate, bobot dan diameter telur, bobot dan panjang larva kuning telur, bobot dan panjang larva lepas kuning telur. Akan tetapi ikan nila kunti F7 baik di variabel seperti fekunditas dan jumlah larva dimulut, itu membuktikan bahwa ikan nila F7 masih tetap terjaga kualitasnya. Variabel pengukuran untuk ikan nila kunti F6 meliputi nilai fekunditas 881±73 dan HR 91,24±1,75% yang kemudian ditunjang oleh data variabel lain seperti diameter telur, bobot telur, bobot dan panjang larva kuning telur, bobot dan panjang larva lepas kuning telur dan jumlah larva dimulut. Sedangkan data variabel F7 meliputi nilai fekunditas 887±102 dan HR 89,37±2,13%, ditunjang data diameter telur, bobot telur, bobot dan panjang  larva kuning telur, bobot dan panjang larva lepas kuning telur dan jumlah larva dimulut. Nilai heritabilitas dari F6 ke F7 untuk fekunditas -0,81, HR -0,08 nilai tersebut tidak sesuai dengan nilai heritabilitas pada umumnya karena nilai heritabilitas berkisar antara 0-1. Diameter dan bobot telur 0,67 dan -0,09, panjang dan bobot larva kuning telur 0,05 dan -0,11, panjang dan bobot larva lepas kuning telur 0,47, 0,49 dan jumlah larva dimulut 0,69 di duga disebabkan oleh faktor keturunan dan juga faktor inbreeding atau silang dalam yang akan menghasilkan individu homozigositas yang akan melemahkan individu-individu terhadap perubahan lingkungan.

 

Tilapia in Indonesia is one of the freshwater fish that has a significant economic value.  Various efforts continue to be made in increasing the production of tilapia, one of roomates is the breeding as genetic improvement. Selective breeding is a dominant genetic research to improve growth as the main objective of both the family and individual selection. The purpose of this research was to compare the reproductive characters generated from tilapia kunti F6 and F7 thus known to the increased performance of reproductive character from generation 6 to generation 7. The result of comparison of reproduction character between tilapia kunti F6 and F7 have real effect. Tilapia F6 is better than F7 from variables such as hatching rate, weight and egg diameter, weight and length of egg yolk larvae, weight and larvae length of loose egg yolks. However, Kunti F7 tilapia is good in variables such as fecundity and the number of larvaes in mouth, it proves that F7 tilapia is still maintained in quality. Measurement variables for kunti F6 include fecundity value 881±73 and HR 91.24±1.75% which then supported by other variable data such as egg diameter, egg weight, weight and length of egg yolk larvae, weight and length of yellow larvae eggs and larval number of mouths. While the data of F7 variable include fecundity value 887±102 and HR 89,37±2,13%, supported data of egg diameter, egg weight, weight and length of egg yolk larvae, weight and larvae length of egg yolk and larva number of mouth. The heritability value of F6 to F7 for fecundity -0.81, HR -0.08 is not in accordance with the heritability value in general because the heritability value ranges from 0-1. The diameter and weight of the eggs were 0.67 and -0.09, the length and weight of the 0.05 and -0.11 yolk larvae, the larvae length and larvae off 0.47, 0.49 and the larval larvae of 0.69 in Allegedly caused by hereditary factors and also of inbreeding or cross-linking factors that would result in individual homozygosity that would weaken individuals towards environmental change.


Keywords


Karakter reproduksi; Heritabilitas; Ikan Nila Kunti; Pemuliaan; Selective breeding

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
Journal of Aquaculture Management and Technology by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jamt is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats