Persepsi Khalayak tentang Aksi Demonstrasi FPI di Surat Kabar Suara Merdeka

Published: 2 Oct 2015.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 57 76
Abstract

Pascareformasi, demonstrasi marak terjadi di berbagai daerah di tanah air.
Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh anggota Front Pembela Islam (FPI)
rupanya memiliki daya tarik tersendiri bagi media massa untuk mengangkatnya
menjadi berita. Suara Merdeka merupakan salah satu media cetak yang menulis
demonstrasi FPI dalam pemberitaannya. Akan tetapi, Suara Merdeka
mengidentikkan demonstrasi yang dilakukan oleh anggota FPI dengan tindakan
anarkis dan selalu berujung dengan bentrokan pada berita yang dihasilkannya.
Kata-kata bentrokan, kericuhan, keributan, perusakan, dan kemacetan hampir
selalu ada dalam berita demonstrasi FPI di Suara Merdeka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana persepsi
khalayak tentang aksi demonstrasi FPI di surat kabar Suara Merdeka. Tipe
penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis resepsi.
Dalam analisis resepsi, khalayak dipandang sebagai produser makna, tidak hanya
menjadi konsumen media. Khalayak akan menerima berita demonstrasi FPI yang
dibacanya sesuai dengan latar belakang sosial, budaya, dan pengetahuan mereka.
Penelitian ini juga menggunakan model encoding-decoding Stuart Hall, untuk
menjelaskan jalannya proses encoding dan decoding berita-berita aksi demonstrasi
FPI.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa khalayak aktif dalam
menginterpretasi berita demonstrasi FPI yang diterimanya. Interpretasi khalayak
terbagi dalam tiga posisi pemaknaan: dominant-hegemonic position, negotiated
position, dan oppositional position. Khalayak yang masuk dalam dominanthegemonic
position, memaknai demonstrasi FPI identik dengan tindakan anarkis
di dalamnya. Khalayak tersebut memaknai demonstrasi FPI sesuai dengan makna
dominan yang dihadirkan Suara Merdeka. Sementara khalayak dengan negotiated
position, akan menerima makna dominan yang ada, tetapi mereka memiliki
pemaknaan alternatif dimana ada campur tangan pihak lain atau pemerintah dalam
demonstrasi FPI. Kemudian tidak ada khalayak yang berada pada posisi oposisi.
Hal ini dilihat dari kecenderungan pemberitaan yang seragam.
Temuan lain dari penelitian ini yaitu tidak ada korelasi antara perbedaan
agama dengan pemaknaan khalayak terhadap berita aksi demonstrasi FPI.

Keywords: persepsi khalayak, FPI, demonstrasi, Suara Merdeka, analisis resepsi.

Article Metrics: