PERBEDAAN JENIS KELAMIN, STATUS EKONOMI SOSIAL, WILAYAH TINGGAL, DAN MOTIVASI BERMAIN GAME PADA PEMILIHAN JENIS GAME REMAJA

Published: 29 Sep 2015.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 88 74
Abstract

Pemilihan game pada remaja akan menentukan pesan-pesan yang akan diterima pada saat bermain game. Game sebagai media massa baru memenuhi fungsi media massa sebagai hiburan dan juga media pembelajaran. Sehingga pemilihan game pada remaja akan memberikan pembelajaran tertentu bagi remaja. Namun, sekarang ini didapati banyaknya remaja yang memainkan game yang tidak aman bagi usianya yakni game dengan konten kekerasan dan seksualitas yang belum pantas untuk dikonsumsi remaja.
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan perbedaan jenis kelamin, status ekonomi sosial, wilayah tinggal, dan motivasi bermain game pada pemilihan game yang dimainkan. Kategori yang mana yang memilih game yang tidak aman.
Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori komposisi audiens dan teori penggunaan dan gratifikasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan tipe penelitian eksplanatori yaitu untuk mendiskripsikan perbedaan jenis kelamin, status ekonomi sosial, wilayah tinggal, dan motivasi bermain game dalam memilih game yang dimainkan. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja usia 13-15 tahun di Semarang.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan pemilihan game (Y) pada perbedaan jenis kelamin (X1). Hal ini menunjukan bahwa remaja laki-laki memiliki perbedaan dalam pemilihan game tidak aman dibanding kelompok yang lain. Sedangkan, tidak terdapat perbedaan pemilihan jenis game (Y) pada perbedaan status ekonomi sosial (X2), wilayah tinggal (X3), dan motivasi bermain game (X4). Hal ini berarti remaja yang bertempat tinggal di kota maupun di desa, remaja dengan tingkat status ekonomi sosial rendah, sedang, dan tinggi, dan remaja dengan motivasi bermain game yang rendah, sedang dan tinggi tidak menimbulkan perbedaan pada pemilihan game tidak aman.

Keywords: jenis kelamin; status ekonomi sosial; wilayah tinggal; motivasi bermain game; pemilihan game tidak aman

Article Metrics: