MEMAKNAI IDENTITAS HIBRIDA DI DALAM KOMIK NUSANTARANGER

Published: 2 Jul 2015.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 64 176
Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana identitas hibrida terbentuk di dalam komik
Nusantaranger. Identitas hibrida di dalam komik Nusantaranger terjadi karena
pertemuan tanda-tanda identitas lokal dan asing melalui unsur-unsur intrinsik pada
komik. Identitas lokal di wakili oleh keragaman budaya Indonesia dan identitas asing
ditampilkan oleh peniruan konsep serial televisi superhero Power Rangers. Adapun
tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan bagaimana proses
pertemuan kedua identitas sehingga membentuk identitas hibrida.
Penelitian ini menggunakan pandangan poskolonial Homi K. Bhaba yang
membantu untuk melihat sebuah identitas hibrida dapat dibentuk melalui ruang ketiga
atau ruang liminal (third place). Ruang liminal ini adalah gambar-gambar pada komik
sebagai tanda-tanda yang mengkonstruksi identitas hibrida. Pembentukan tanda-tanda
identitas hibrida ini melalui proses mimikri yang melibatkan peniruan, memunculkan
perbedaan melalui keterselipan dan kelebihan dan akhirnya memposisikan kedua
identitas dalam keadaan ambivalen dimana salah satu berada di posisi tunduk untuk
bisa menjadi hibriditas.
Temuan atas penelitian ini menghasilkan, bahwa identitas hibrida yang
terbentuk dengan mempertemukan identitas lokal yaitu kebudayaan Indonesia dan
identitas asing yang mengangkat konsep pahlawan Power Rangers. Komik
Nusantaranger menjadi ruang liminal melalui unsur intrisik komik yang
mempertemukan kedua identitas.
Temuan ini juga mendeskripsikan pula proses mimikri yang mempertemukan
antara identitas asing dan identitas lokal di awali dengan peniruan pada tahap vehicle
sign yang menjadi ground tanda. Pada tahap tersebut digunakan analisis Semiotika
Charles Sanders Pierce untuk mengenali sign vehicle masing-masing tanda yang
menjadi awal peniruan sebuah identitas. Proses mimikri kemudian dilanjutkan dengan
diberi keterselipan identitas lokal di dalamnya sebagai bentuk mimikri yang
mewajibkan peniruan namun tetap memperlihatkan perbedaan bentuk berjalannya
wacana kolonial. Kemudian akan ada ambivalensi dimana identitas lokal ditempatkan
di posisi terjajah karena dominasi identitas asing di dalam sebagai bentuk wacana
kolonial yang menjalankan sistem non-kesetaraan dengan strategi membentuk
identitas hibrida.

Keywords: Komik, Identitas Hibrida, Poskolonial, Semiotika, Power Rangers

Article Metrics: