Representasi Whiteness dalam Film 12 Years A Slave

Published: 1 Jul 2015.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 56 264
Abstract

12 Years A Slave adalah film drama sejarah yang bercerita tentang perjalanan
Salomon Northup, seorang kulit hitam merdeka untuk terbebas dari perbudakan dan
memperoleh kemerdekaannya kembali. Berbeda dengan film-film Hollywood
sebelumnya yang mengangkat tema sejarah konflik sosial antarras di Amerika, film
ini menyajikan secara gamblang kekejaman sistem perbudakan yang dilakukan kulit
putih dalam bentuk kekerasan fisik dan psikologis. Meski membuka kembali sejarah
kelam bangsa Amerika, film ini sukses meraih penghargaan sebagai Film Terbaik
Oscar 2014.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui representasi sosok kulit putih dalam
film 12 Years A Slave. Tipe penelitian ini adalah kualitatif, menggunakan pendekatan
teori representasi dari Stuart Hall dan analisis semiotika dengan teknik analisis data
dari konsep Kode-Kode Televisi John Fiske. Analisis dilakukan dengan tiga level,
yakni level realitas, level representasi, dan level ideologi. Level realitas dan level
representasi dianalisis secara sintagmatik, sedangkan analisis secara paradigmatik
untuk level ideologi.
Hasil penelitian menemukan bahwa sosok kulit putih digambarkan sebagai ras
yang lebih unggul sedangkan ras kulit hitam sebagai ras yang lemah dan tidak
berdaya tanpa bantuan kulit putih. Melalui analisis sintagmatik pada level realitas dan
representasi peneliti menemukan stereotip materialis dan kejam pada sosok kulit
putih. Stereotip tersebut merupakan representasi dari kekuasaan kulit putih dalam
perbudakan. Sedangkan melalui analisis paradigmatik pada level ideologi peneliti
menemukan konstruksi ideologi Whiteness dan American Dream. Konstruksi ideologi
whiteness menampilkan identitas heroik pada kulit putih yang menyelamatkan kulit
hitam yang lemah. Film ini menempatkan ras kulit putih sebagai penanda istilah
hukum dan pengatur kehidupan sosial. Konstruksi American Dream yang ditampilkan
lewat semangat dan kegigihan Northup untuk keluar dari perbudakan dan
mendapatkan kemerdekaannya menyiratkan pesan Amerika sebagai negara yang
ideal, pahlawan, dan penyelamat dunia.

Keywords: film, representasi, whiteness, rasisme, hollywood

Article Metrics: