HUBUNGAN TERPAAN IKLAN POLITIK PRABOWO SUBIANTO DI TELEVISI DAN INTENSITAS KOMUNIKASI DALAM KELOMPOK REFERENSI TERHADAP MINAT MEMILIH

Published: 30 Sep 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Pada masa pemilu presiden tahun 2014 ini terlihat banyaknya iklan politik
yang muncul di media massa khususnya televisi. Prabowo Subianto merupakan
salah satu kandidat yang telah ditetapkan oleh KPU sebagai calon presiden. Iklan
politik Prabowo Subianto seringkali tayang di berbagai media televisi nasional.
Penelitian ini merupakan tipe penelitian eksplanatory yang bertujuan untuk
mengetahui hubungan terpaan iklan politik Prabowo Subianto di televisi dan
intensitas komunikasi dalam kelompok referensi terhadap minat memilih. Sampel
penelitian ini adalah warga Semarang berusia 17 tahun ke atas yang memiliki hak
pilih dan pernah menyaksikan iklan politik Prabowo Subianto di televisi. Sampel
yang digunakan adalah non random dengan teknik accidental sampling. Teori
yang digunakan pada penelitian ini adalah The Learning Hierarcy Theory yang
diungkapkan Rotzoll dan Teori kelompok rujukan dari Hyman.
Berdasarkan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus uji korelasi
Rank kendall, maka diketahui terdapat hubungan positif yang signifikan antara
terpaan iklan politik Prabowo Subianto di televisi (X1) dengan minat memilih
(Y). Hasil nilai signifikansi yakni 0,010 dengan nilai korelasi sebesar 0,325.
Dengan demikian semakin tinggi terpaan iklan maka semakin tinggi minat
memilih. Iklan politik merupakan sarana menyampaikan pesan-pesan politik.
Akibatnya secara tidak langsung khalayak telah melakukan proses belajar dalam
mencerna serta mengingat pesan yang telah diterimanya. Kondisi tersebut tanpa
disadari merupakan upaya mengubah sikap khalayak. Pesan-pesan didalam iklan
yang menerpa khalayak mampu mempengaruhi aspek kognitif. Berdasarkan
perhitungan menggunakan rumus uji korelasi Rank Kendall juga diketahui bahwa
terdapat hubungan positif yang signifikan antara intensitas komunikasi dalam
kelompok referensi (X2) dengan minat memilih (Y). Hasil hasil nilai signifikansi
yakni 0,004 dengan nilai korelasi sebesar 0,361. Dengan demikian semakin tinggi
intensitas komunikasi dalam kelompok referensi maka semakin tinggi minat
memilih. Kelompok referensi merupakan sarana bagi individu untuk mencari
acuan dalam bersikap ataupun keyakinan untuk bertindak. Sedangkan intensitas
komunikasi didalam kelompoknya akan semakin meningkatkan kohesifitas,
kepercayaan, dan konformitas. Oleh karena itu, intensitas juga mempengaruhi
seberapa besar sugesti yang diberikan oleh kelompok tersebut dapat diterima oleh
indiviu didalamnya.
Kata kunci: terpaan iklan, intensitas komunikasi dalam kelompok referensi dan
minat memilih

Article Metrics: