Hubungan antara Asertivitas Komunikasi Manajer dan Iklim Komunikasi Organisasi dengan Tingkat Kedisiplinan Kerja Karyawan di CV Merapi

Published: 17 Sep 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi,
memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki
kelompok dan budayanya. Perilaku komunikasi yang dilakukan pimpinan merupakan hal
penting dalam kelangsungan organisasi, dengan kemampuan berkomunikasi yang baik,
maka pimpinan dapat menyampaikan pengetahuan, ide, gagasan kepada karyawannya.
Pola-pola komunikasi yang ada dalam organisasi akan dapat membentuk sebuah iklim
komunikasi. Iklim komunikasi sebuah organisasi mempunyai konsekuensi penting bagi
pergantian dan masa kerja pegawai dalam suatu organisasi. Iklim komunikasi yang
mendukung merupakan salah satu aspek bagi terciptanya hubungan kerja yang berhasil,
karena iklim komunikasi menjembatani praktek-praktek pengelolaan sumber daya
manusia dengan kinerja termasuk di dalamnya kedisiplinan karyawan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asertivitas
komunikasi manajer dan iklim komunikasi organisasi dengan tingkat kedisiplinan kerja
karyawan. Asertivitas komunikasi manajer adalah gaya komunikasi manajer yang bersifat
terbuka yang diukur dengan melihat kemampuan komunikasi manajer di dalam
perusahaan. Iklim komunikasi organisasi diukur dengan lima dimensi iklim oleh Redding
di antaranya supportiveness, partisipasi membuat keputusan, kepercayaan, keterbukaan
dan keterusterangan, serta tujuan kinerja. Sedangkan disiplin kerja diukur dengan melihat
tingkat kepatuhan karyawan terhadap jam kerja, penggunaan alat-alat kerja, dan prosedur
kerja. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif.
Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap CV Merapi sebanyak 126 Teknik
pengambilan sampel yang dilakukan adalah quota samplingyang berjumlah 55 orang.
Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis
koefisien korelasi rankKendall menggunakan perhitungan program SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asertivitas
komunikasi manajer dengan tingkat kedisiplinan kerja karyawan. Hal ini dibuktikan
berdasarkan perhitungan melalui uji statistik dimana diperoleh probabilitas kesalahan
(sig) sebesar 0,001 dengan koefisien korelasi sebesar 0,426. Oleh karena sig sebesar
0,001 < 0,01; maka kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa menerima Hipotesis
alternatif (Ha) dan menolak Hipotesis nol (Ho). sedangkan untuk variabel iklim
komunikasi organisasi dan tingkat kedisiplinan kerja karyawan tidak terdapat hubungan
karena uji hipotesis menunjukkan bahwa diperoleh probabilitas kesalahan (sig) sebesar
0,096. Oleh karena sig sebesar 0,096 > 0,05; maka kesimpulan yang dapat diambil adalah
bahwa menolak Hipotesis alternatif (Ha) dan menerima Hipotesis nol (Ho). Saran yang
diberikan sebagai implikasi hasil penelitian adalah perlu diadakannya pelatihan
ketenagakerjaan untuk line manajer maupun karyawan untuk dapat memperbaiki keahlian
mereka dalam segi komunikasi maupun kinerja.
Key words: Asertivitas Komunikasi Manajer, Iklim Komunikasi Organisasi, Tingkat
Kedisiplinan Kerja Karyawan

Article Metrics: