Pembingkaian Berita Media Online : Kasus Kekerasan terhadap Perempuan sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW)

Published: 11 Sep 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana suatu realitas kejadian
dikonstruksi oleh media online khususnya pemberitaan tentang kasus Kekerasan
terhadap Perempuan sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Penelitian ini
menggunakan paradigma konstruksionis. Metode penelitian yang digunakan
adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan analisis framing untuk melihat
bagaimana media online seperti Tempo.co dan Republika online dalam
membingkai pemberitaan kasus kekerasan terhadap perempuan. Penelitian ini
menggunakan teori yang diberikan oleh Zhongdang Pan dan Gerald M Kosicki.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan yang dilakukan Republika
online cenderung bersikap netral dalam menyikapi kasus kekerasan TKW yang
menimpa Erwiana Sulistyaningsih, sedangkan media Tempo.co memiliki
kecenderungan kontra terhadap pemerintah. Media Tempo.co mengkonstruksikan
dan mengarahkan pembaca untuk menilai Pemerintah sebagai pihak yang
bersalah. Ketika pembaca melihat isi pemberitaan Tempo.co, yang terlintas dan
diingat pembaca adalah pihak pemerintah seperti BNP2TKI merupakan pihak
yang tidak bertanggung jawab atas penyebab berulangnya kasus penyiksaan TKI,
baik dalam hal pengawasan TKW maupun membantu penyelesaian administrasi
rumah sakit dimana Erwiana di rawat. Media Tempo.co menunjukkan
kecenderungannya untuk mendukung Erwiana sebagai korban. Selain itu layaknya
media online umumnya, headline menjadi salah satu senjata utama dalam menarik
perhatian masyarakat untuk membacanya begitu juga dengan Tempo maupun
Republika. Ini berarti, media online seperti Tempo dan Republika lebih menjual
headline dalam tiap pemberitaan disajikan dan kadang mengesampingkan konten
berita itu sendiri
Kata Kunci : Kekerasan, Perempuan dan TKW, Media

Article Metrics: