Impression Management pada Akun Twitter @sudjiwotedjo

Published: 28 Mar 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Sejak kemunculannya pada Maret 2006, popularitas Twitter mananjak tajam.
Fungsinya pun sudah mengalami perkembangan dari micro blogging menjadi media yang
digunakan untuk citizen journalism, online marketing, pencitraan, dan lain sebagainya.
Twitter juga menjadi wadah pengelolaan kesan para penggunanya, seperti halnya yang
dilakukan oleh Sujiwo Tejo melalui akun Twitternya @sudjiwotedjo.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat impression management pada akun
@sudjiwotedjo. Analisis yang dilakukan adalah analisis isi teks yang terkandung dalam
tweet yang diunggah dengan tema seksual dengan menggunakan analisis linguistik.
Penulis meneliti tweet yang diunggah oleh @sudjiwotedjo selama dua bulan, yaitu pada
bulan Desember 2013 sampai Pebruari 2014. Penelitian ini merupakan kualitatif yang
menggunakan perspektif impression management dari Erving Goffman.
Dari penelitian yang telah dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa Sujiwo Tejo
adalah idividu yang nyeleneh, slengekan, sarkasme, witty, dan cabul. Sujiwo Tejo
memilih untuk melawan pakem dan norma sosial yang sudah ada, dengan mengunggah
tweet yang banyak mengandung kata-kata vulgar, kasar, dan berasosi dengan makna
negatif tetapi dikemas dengan gaya humoris. Sujiwo Tejo mengaburkan batasan yang
didefinisikan oleh Erving Goffman antara front stage dan backstage.
Key Words : Twitter, impression management, linguistik

Article Metrics: