BibTex Citation Data :
@article{IO50325, author = {Hafid Fuady and Wiwid Rakhmad}, title = {Pengaruh Terpaan Informasi Mengenai Kasus Bullying Mahasiswa PPDS Undip di Media Sosial dan Persepsi Masyarakat tentang Universitas Diponegoro terhadap Opini Publik}, journal = {Interaksi Online}, volume = {13}, number = {2}, year = {2025}, keywords = {Terpaan informasi; persepsi masyarakat; opini publik; bullying mahasiswa; Universitas Diponegoro}, abstract = { Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya terpaan informasi tentang kasus bullying mahasiswa PPDS Undip di media sosial. Kasus ini berhasil menarik perhatian publik dan memberikan beragam reaksi dari masyarakat. Ada masyarakat yang beropini positif terhadap Undip dan ada pula yang beropini negatif. Oleh karena itu, penelitian ini dibuat untuk menjelaskan pengaruh terpaan informasi mengenai kasus bullying mahasiswa PPDS Undip di media sosial dan persepsi masyarakat tentang Universitas Diponegoro terhadap opini publik. Teori yang diuji dalam penelitian ini adalah teori media dependency dan teori spiral of sillence. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 96 anggota Ikatan Keluarga Alumni Undip sebagai responden survei. Selanjutnya data dianalisis menggunakan teknik Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS SEM). Software yang digunakan untuk mengolah data adalah SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menemukan bahwa terpaan informasi mengenai kasus bullying mahasiswa PPDS Undip memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap opini publik. Artinya, semakin tinggi intensitas terpaan informasi yang diterima, maka semakin negatif opini publik yang terbentuk terhadap Undip. Selain itu, persepsi masyarakat tentang Undip terbukti memiliki peran sebagai variabel intervening. Namun, peranan persepsi hanya sebatas mengurangi dampak negatif terpaan informasi saja, tetapi tidak bisa mengubah opini publik menjadi positif. Kesimpulannya, hasil penelitian menegaskan bahwa terpaan informasi mengenai kasus bullying mahasiswa PPDS Undip di media sosial itu memiliki dampak yang nyata terhadap opini publik. Semakin intens seseorang terpapar informasi tersebut, maka semakin besar pula kemungkinan opini publik terhadap Undip menjadi negatif. Walaupun, keberadaan persepsi mampu mengurangi pengaruh yang ada, tetapi hal ini tidak serta merta mampu mengubah opini publik menjadi positif. Oleh karena itu, penting bagi Undip untuk dapat melakukan manajemen isu dan memetakan krisis. Hal ini bertujuan supaya kasus dapat diselesaikan dengan menggunakan standar operasional prosedur yang berlaku. }, pages = {1008--1026} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/view/50325} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya terpaan informasi tentang kasus bullying mahasiswa PPDS Undip di media sosial. Kasus ini berhasil menarik perhatian publik dan memberikan beragam reaksi dari masyarakat. Ada masyarakat yang beropini positif terhadap Undip dan ada pula yang beropini negatif. Oleh karena itu, penelitian ini dibuat untuk menjelaskan pengaruh terpaan informasi mengenai kasus bullying mahasiswa PPDS Undip di media sosial dan persepsi masyarakat tentang Universitas Diponegoro terhadap opini publik. Teori yang diuji dalam penelitian ini adalah teori media dependency dan teori spiral of sillence. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 96 anggota Ikatan Keluarga Alumni Undip sebagai responden survei. Selanjutnya data dianalisis menggunakan teknik Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS SEM). Software yang digunakan untuk mengolah data adalah SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menemukan bahwa terpaan informasi mengenai kasus bullying mahasiswa PPDS Undip memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap opini publik. Artinya, semakin tinggi intensitas terpaan informasi yang diterima, maka semakin negatif opini publik yang terbentuk terhadap Undip. Selain itu, persepsi masyarakat tentang Undip terbukti memiliki peran sebagai variabel intervening. Namun, peranan persepsi hanya sebatas mengurangi dampak negatif terpaan informasi saja, tetapi tidak bisa mengubah opini publik menjadi positif. Kesimpulannya, hasil penelitian menegaskan bahwa terpaan informasi mengenai kasus bullying mahasiswa PPDS Undip di media sosial itu memiliki dampak yang nyata terhadap opini publik. Semakin intens seseorang terpapar informasi tersebut, maka semakin besar pula kemungkinan opini publik terhadap Undip menjadi negatif. Walaupun, keberadaan persepsi mampu mengurangi pengaruh yang ada, tetapi hal ini tidak serta merta mampu mengubah opini publik menjadi positif. Oleh karena itu, penting bagi Undip untuk dapat melakukan manajemen isu dan memetakan krisis. Hal ini bertujuan supaya kasus dapat diselesaikan dengan menggunakan standar operasional prosedur yang berlaku.
Last update:
Interaksi Online, is published by Undergraduate Program of Communication Science, Universitas Diponegoro, Jln. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275; Telp. (024) 7460056, Fax: (024)7460055
TOTOMANTAP