skip to main content

Representasi Diskriminasi Kecantikan Perempuan Dalam Film “Imperfect”

*Rr. Maya Puspa Hapsari  -  Prodi S1 Ilmu Komunikasi
Sunarto Sunarto  -  Prodi S1 Ilmu Komunikasi

Citation Format:
Abstract
Film merupakan media yang efektif untuk menyampaikan pesan dan menunjukkan representasi dari sebuah adegan sehingga pesan dapat diterima dengan baik oleh khalayak. Diskriminasi kecantikan pada perempuan terjadi karena adanya sebuah mitos kecantikan, dimana perempuan dikendalikan oleh ideologi patriarki yang dibangun oleh media massa, kemudian membuat sebuah standar kecantikan yang akhirnya menimbulkan kesenjangan sosial kepada perempuan akan kecantikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya sebuah representasi diskriminasi kecantikan yang dialami oleh perempuan dengan menggunakan teori sudut pandang (Standpoint Theory) dan aliran feminisme radikal kultural. Subjek yang digunakan pada penelitian ini adalah film “Imperfect” 2019 yang menunjukkan adanya sebuah diskriminasi kecantikan pada perempuan. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini merupakan 5 kode pembacaan Roland Barthes pada leksia yang telah dipilih. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada film “Imperfect” terdapat diskriminasi kecantikan perempuan yang terjadi secara individual maupun berkelompok. Film “Imperfect” sendiri juga memberikan hasil bahwa perempuan harus lebih menghargai diri sendiri dan melawan adanya sebuah standar kecantikan yang menyebabkan munculnya diskriminasi kecantikan pada perempuan. Meskipun demikian, dukungan dari pola pikir masyarakat dan media massa juga dibutuhkan untuk memberikan dampak dalam mengurangi standar kecantikan yang makin meluas.
Fulltext View|Download
Keywords: Diskriminasi Kecantikan, Feminisme, Mitos Kecantikan

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.