PRODUKSI PROGRAM ACARA MUSICAHOLIC EDISI SPESIAL TALK SHOW METAL SEBAGAI PROGRAM DIRECTOR

Received: 1 Oct 2013; Published: 31 Oct 2013.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

PRODUKSI PROGRAM ACARA MUSICAHOLIC EDISI SPESIAL TALK
SHOW METAL SEBAGAI PROGRAM DIRECTOR
Karya Bidang
Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan
Pendidikan strata 1
Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Penyusun
Nama : Triangga Ardiyanto
NIM : D2C007079
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2013
ABSTRAKSI
Acara yang bertajuk tentang musik hampir ada di semua stasiun televisi, namun
program musik yang saat ini marak bukanlah sebuah produk jurnalistik dan hanya
menayangkan aliran musik mainstrem. Aliran musik non mainstream jarang
diangkat karena dianggap tidak mampu mendongkrak rating, oleh karean itualiran
music non mainstream menjadi altenatif produk jusnalistik yang menarik dan
segar untuk diangkat, karena tema yang diambil tidak terpaku kepada kebutuhan
pasar.
Program talk show tentang musik metal dibuat untuk mengangkat komunitas
musik metal dibuat dengan memadukan antara informasi dan entertainment atau
lebih dikenal dengan edutaiment.
Secara umum ada empat tahap dalam pembuatan talkshow yaitu pra produksi
dimulai dari mencari ide produksi sampai mempersiapkan director treatment, dan
melakukan persiapan dan latihan yang bersifat teknis bersama dengan kerabat
kerja, pada tahap produksi tugas yg di lakukan antara lain mengarahkan acara dan
memastikan seluruh gambar dapat digunakan, dan diakhiri dengan mengevaluasi
hasil kerja serta memastikan layak siar.
Adapun kendala yang dihadapi selama proses produksi adalah adanya pergantian
narasumber karena salah satu narasumber berhalangan hadir, adanya perubahan
jadwal pelaksanaan produksi, karena keterbatasan waktu liputan maka VT diambil
dari file yang sudah ada sebelumnya. Untuk anggaran justru terdapat
penghematan untuk sewa pick up, fee narasumber, fee presenter, namun ada
penambahan anggaran untuk biaya editing.
Setelah kita mengkaji tugas dan tanggung jawab serta peran seorang program
director, disebutkan bahwa seorang program director mempunyai andil yang
sangat besar dalam terlaksananya sebuah produksi , selain itu seorang program
director juga harus mengontrol proses produksi dan memperhatikan secara detail
kelengkapan produksi demi lancarnya program acara yang telah direncanakan.
Kata Kunci: talk show, musik metal, program director
ABSTRACT
There is a lot tv program who use music as it theme, but the music program that is
currently emerging is not a product of journalism and only broadcast mainstrem
music. Non-mainstream music genre rarely broadcasted because they are not able
to boost ratings, that is why non mainstream music become an attractive
alternative jusnalistik products which is interisting and fresh to be appointed,
because the theme is taken is not glued to the needs of the market.
Talk show programs about metal music is made to lift the metal music community
created with combination of information and entertainment, better known by
edutainment.
Generally there is three stage on talkshow production that is pre-production
started from ideas inquiry until preparing director treatment dan doing preparation
and rehearsal which is technically with production crew, at production stage task
that has to be done are directing program and ensure every picture can be used
and ended with evaluate and ensure the program can be broadcasted
The obstacles encountered during the production process is a change of speaker as
one speaker was unable to attend, a change in schedule of production, due to the
limited time of coverage, the VT derived from pre-existing file. For budget there
is a saving that come from pick up rental, speaker fees, presenter fees, but no
additional budget for the cost of editing.
After reviewing duties and responsibilities of the role of a program director, it is
stated that a program director has contributed greatly to the establishment of a
production , other than that a program director must also carefully control
production procces and watch every detail of production complementary for the
program that has ben planned
Keyword : talk show, metal music, program director
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Dewasa ini dalam keseharian kita tidak bisa terlepas dari televisi. Melalui
televisi kita bisa mendapatkan bberbagai informasi baik politik, sosial, budaya,
agama dan ekonomi. Dari sekian banyak media komunikasi massa seperti surat
kabar, majalah, radio, televisi dan internet ternyata televisilah yang paling
diminati banyak khalayak. Karena kelebihan-kelebihannya yang dapat menyajikan
informasi dengan menarik melalui audio visual memudahkan khalayak untuk
menerima informasi secara cepat dan mudah.
Televisi sangat berperan dalam berbagai aspek kehidupan diantaranya
dalam bidang pendidikan, pada waktu tertentu sesuai dengan masing-masing
jadwal televisi swasta ataupun negeri ditampilkan acara yang bertemakan edukasi
diantaranya berbagai kuis berbasis pengetahuan/cerdas cermat, debat, workshop
ataupun seminar yang mendukung pendidikan. Kemudian dalam bidang ekonomi
informasi dikemas dalam beragam siaran berita dan acara-acara talk show yang
membahas issue perekonomian dalam maupun luar negeri misalnya, membahas
tentang nilai kurs dollar, ketahanan pangan, eksport-import dan lain sebagainya.
Sedangkan dalam bidang entertainment kini terus menyajikan berita up to date
sesuai dengan perkembangan dunia dan sekarang entertainment mendominasi
bisnis pertelevisian global. Begitu mudah untuk mengkomunikasikan apa saja
yang dilakukan oleh para selebritis melalui acara infotainment.
Musik adalah salah satu konten acara yang digemari oleh semua kalangan.
Seiring dengan berkembangnya industri pertelevisian di tanah air, mulai
bermunculan acara-acara yang bertemakan musik hampir di setiap pertelevisian
Indonesia baik lokal maupun nasional seperti Inbox (SCTV), Dahsyat (RCTI),
Spektakuler (Indosiar), dan lain sebagainya.
Bisa dibilang program musik yang sedang marak saat ini bukanlah sebuah
produk jurnalistik namun hanya sebagai budaya popular pemuas kebutuhan
masyarakat akan musik, karena didalamnya tidak ada kegiatan menyiapkan berita,
menulis, maupun mengedit sesuatu yang berupa catatan atau laporan sebuah
kejadian. Seharusnya acara musik di televisi dapat dikemas lebih menarik dengan
memadukan unsur informasi, edukasi dan hiburan yang sesuai dengan fungsi
televisi itu sendiri .
Pada dasarnya setiap manusia memiliki rasa keingintahuan yang cukup
besar terhadap semua hal, tidak terkecuali terhadap aliran musik non mainstream
yang saat ini kurang diangkat oleh media, karena dianggap hanya disukai oleh
segelintir orang dan kurang menguntungkan dalam hal komersil.
Aliran musik non mainstream dapat menjadi altenatif produk jusnalistik
yang menarik dan segar untuk diangkat, karena tema yang diambil tidak terpaku
kepada kebutuhan pasar dan memiliki tempat tersendiri dihati audiens nya
khususnya bagi penggemar musik non mainstream.
Musik metal diangkat sebagai tema acara karena selain memiliki
penggemar fanatik juga mempunyai berbagai hal menarik yang belum diketahui
oleh banyak, seperti:
 Musik metal yang rumit
 Teknik bermusik yang tinggi
 Aksi panggung yang eksploratif
 Jarangnya plagiarisme
 Lirik musik metal kebanyakan fiksional
 Musik metal mempunyai banyak sub-genre
(http://www.jelajahunik.us/2012/06/6-hal-menarik-tentang-aliran-death.html)
Seperti jenis musik ekstrim lainnya, keberadaan musik metal juga sering
memunculkan opini negatif dari masyarakat karena gaya hidup yang keras dan
bebas, namun mereka tetap bisa bertahan dengan idealismenya hingga sekarang
terutama dalam bermusik. Oleh karena itu musik metal menjadi layak dan
menarik untuk diangkat sebagai tema program acara Musicaholic.
1.2. TUJUAN
Tujuan program talk show dengan tema musik metal ini adalah
mengangkat komunitas musik Metal di Semarang dan memberikan informasi
kepada pemirsa mengenai perkembangan musik Metal di Semarang.
Acara ini memadukan antara informasi dan hiburan atau lebih dikenal
dengan edutaiment. Secara konseptual program ini berisi informasi yang berguna
dan bermakna dibalut dalam konsep hiburan yang santai sehingga informasi lebih
bisa diterima oleh khalayak serta dikemas dalam talk show interaktif agar lebih
menarik. Pesan yang ingin disampaikan program ini adalah agar audience dapat
menikmati acara musik yang lebih variatif dengan memperhatikan fungsi
jurnalistik di dalamnya tanpa perlu memperlebar jurang perbedaan karena genre
musik.
1.3. SIGNIFIKANSI
1.3.1 Akademis : Secara akademis, pembuatan acara Talk Show ini
dapat digunakan sebagai sarana untuk
mengaplikasikan ilmu yang mahasiswa dapatkan
selama perkuliahan. Khususnya di bidang
pemrograman penyiaran dan produksi studio. Talk
show ini menjadi salah satu kontribusi jurnalistik
dalam bentuk audio visual.
1.3.2 Praktis : Sebagai rujukan bagi jurnalis media televisi dalam
mengemas sebuah acara yang mengangkat suatu tema
acara pada televisi lokal.
1.3.3 Sosial : Memberikan pengetahuan dan wawasan kepada
khalayak mengenai musik dan budaya metal.
1.4. KONSEP ACARA
Program ini diharapkan akan menarik audiens karena program ini
termasuk program limited edition dimana tidak semua media eletronik
mengangkat musik non mainstream sebagai tema suatu program acara khususnya
acara musik, sehingga audiens diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini
untuk mengetahui lebih jauh tentang perkembangan komunitas metal yang ada di
Kota Semarang pada khususnya.
Untuk mengangkat musik dan komunitas metal di Jawa Tengah khususnya
di Semarang, mahasiswa akan bekerjasama dengan salah stasiun televisi lokal di
Semarang dalam proses produksi dan penayangan acara talk show yang akan
mahasiswa. Karena televisi lokal memiliki kedekatan (proximity) dan target
audience yang sesuai dengan acara talk show yang akan diselenggarakan.
Televisi lokal Semarang yang akan mahasiswa ajak untuk bekerja sama
adalah PRO TV, dengan berbagai pertimbangan antara lain televisi ini belum
pernah membuat acara talk show yang membahas musik metal ataupun komunitas
metal.
Acara ini berdurasi tiga puluh menit berisi liputan event konser musik
yang telah berlangsung di Kota Semarang disajikan lengkap dengan informasi
konser yang akan dilangsungkan di kota tersebut. Ditambah dengan ulasan musik
dan video klip group group band lokal, dan juga dilengkapi dengan profil group
group band yang telah diliput dan beragam video klip lagu top dari group band
mancanegara.
1.5. KONSEP PRODUKSI
Konsep produksi dibagi menjadi dua bagian yaitu, produksi liputan dan
produksi talk show.
1.5.1 Produksi Talk show
a. Lokasi di studio indoor yang terletak di lantai 3 kantor PRO TV.
Studio berukuran 10 x 12 m dengan daya lighting lampu
flourescent 4 bank sebesar 200 watt dilengkapi dengan standar
peredam suara untuk produksi acara televisi.
b. Tinggi lighting dengan lantai adalan 3 meter, dan jarak lighting
dengan kamera adalah 1,5 meter.
c. Produksi akan menggunakan 3 kamera, yaitu 2 kamera dengan
merk JVC GY-DV550, serta 1 kamera dengan merk JVC KYF560,
kamera akan dilengkapi dengan teleprompter dengan LCD
15’ dengan software EZ PrompterXP
d. Untuk perlengkapan audio, presenter dan narasumber masingmasing
akan menggunakan Clip On dengan merk SONY ECM
77B.
e. Pergerakan dan variasi angel kamera akan di mix menggunakan
switcher 8 channel.
f. Seluruh kamera akan diposisikan kurang lebih 4 meter dari obyek
bidikan. Kamera 1 dan 2 akan bergerak dinamis mengikuti alur
dialog, kamera 3 akan berfungsi sebagai kamera Master dan
cenderung statis.
g. Properti acara akan menggunakan satu set meja kursi dengan
dilengkapi karpet berukuran 3 x 4m, background set yang terbuat
dari kayu dan didesain khusus untuk acara talk show.
h. Talk show akan dipandu dengan presenter wanita yang mempunyai
karakter muda dan ceria. Presenter akan mengenakan setelan baju
ala komunitas musik metal. Presenter wanita dipilih karena
mayoritas pemirsa acara musicaholic adalah laki-laki.
i. Narasumber berjumlah 3 orang, yakni Bambang Iss (Pengamat
Musik dan Musisi Senior Semarang), Rudy Murdock (Vokalis
group band "Radical Corps"), Imam Putre (Ketua SBS (Scattered
Brains Society) dan gitaris group band Putre Faction).
1.5.2 Floor Plan
1.6 Produksi
Berikut adalah rincian kegiatan yang akan dilakukan pada tahap
produksi:
a. Loading property. Proses loading dilakukan dengan cara mengangkut
barang dari lokasi persewaan alat ke studio dan kemudian dilanjutkan
dengan pengecekan ksiapan serta kelengkapan properti.
Pelaksana: Triangga
b. Setting studio, yaitu tata ruang studio dan penempatan perlengkapan dibuat
dengan semenarik mungkin juga memiliki hubungan dengan tema yang
diambil.
Pelaksana: Mahendra dan Triangga
c. Briefing awal pada Crew dan narasumber. Hal ini bertujuan untuk
kelancaran pada saat produksi berjalan, selain itu juga demi membentuk
kesiapan narasumber agar dapat mengerti apa yang harus dilakukan pada
saat produksi berlangsung.
Pelaksana: Mahendra dan Triangga
d. Gladi bersih, tujuan dari kegiatan ini guna untuk melihat kesiapan dari
narasumber dan kru pada saat produksi juga memastikan semua peralatan
berfungsi dengan baik agar tidak terjadi kesalahan pada saat produksi
berlangsung. Pelaksana: Mahendra dan Triangga
e. Shoting talk show.
Pelaksana: mahendra dan Triangga
f. Evaluasi on the spot pasca pelaksanaan produksi talk show.
Pelaksana: Mahendra dan Triangga
1.7 Pasca Produksi
Yang akan dilakukan pada tahapan ini meliputi:
a. Pemindahan material video dari kamera ke komputer (capturing).
Pelaksana: Triangga Ardianto dan Arif Hidayat
b. Pengecekan fakta (fast checking) dan pencemaran nama baik (libel check)
dari naskah yang telah ditulis, serta gambar yang telah diambil. Proses ini
merupakan upaya evaluasi terhadap kemungkinan adanya kesalahan,
antara lain terkait kelengkapan penyebutan nama narasumber dan
penyebutan nama tempat. Seleksi gambar juga akan dilakukan untuk
kepentingan editing gambar.
Pelaksana: Mahendra, Triangga Ardianto dan Arif Hidayat
c. Editing gambar, yakni proses menggabungkan gambar sesuai dengan
naskah. Penggabungan gambar akan disesuaikan dengan naskah dan SSG
yang sudah di susun sebelumnya.
Pelaksana: Triangga Ardianto dan Arif Hidayat
d. Evaluasi hasil akhir.
Pelaksana: Mahendra Zulkifli, Triangga Ardianto dan Suryo Putro
e. Penayangan hasil dari produksi talk show di stasiun televisi yang sudah
dipilih yaitu PRO TV Semarang.
PENUTUP
Karya Bidang dalam bentuk Program acara Musikaholic edisi spesial talk
show metal berdurasi 30 menit ini telah sukses ditayangkan di PRO TV Semarang
pada tanggal 19 mei 2013 pukul 22.30. Pihak PRO TV sejak awal sangat antusias
dengan konsep acara yang mahasiswa tawarkan. Konsep acara yang ditawarkan
ini memadukan antara informasi dan entertainment, sehingga informasi lebih bisa
diterima oleh pemirsa serta pemirsa tidak akan merasa jenuh.
Kesimpulan
Sebagai Program Director telah menjalani kewajiban yang seharusnya
dilakukan sesuai dengan bidangnya, hal tersebut dapat dilihat dengan mampunya
Program Director memimpin para kerabat kerja selama produksi berlangsung
serta mengatasi dan melewati kendala-kendala yang muncul ditengah-tengah
kegiatan produksi. Program acara Musicaholic edisi spesial Talk show Metal telah
sukses ditayangkan dan sesuai dengan tujuan awal acara ini dibuat, dimana acara
ini ingin mengangkat komunitas musik metal di Kota Semarang dan dapat
memberikan informasi kepada pemirsa mengenai perkembangan musik metal di
Kota Semarang. Sesuai dengan fungsinya seorang Program Director yang dapat
menuntun dan memimpin kegiatan produksi, selain itu juga yang terpenting bagi
seorang Program Director yaitu memiliki tanggungjawab besar atas hasil
karyanya untuk membuat suatu tayangan layak ditonton dan dinikmati oleh
masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tanggapan dari orang-orang
yang menyaksikan acara Musicaholic Edisi Spesial Talk show Metal.
Daftar Pustaka
Buku
Burton, Graeme. Membincangkan Televisi (Sebuah pengantar Kepada Studi
televisi). Yogyakarta. Jalasutra. 2007
Arifirii, Eva. Broadcasting to be broadcaster. Yogyakarta. Graha Ilmu. 2010
Djamal, Hidajanto dan Andi Fachruddin. Dasar-Dasar Penyiaran (Sejarah,
Organisasi, Operasional, dan Regilasi).Jakarta. Kencana. 2011
Santana.K, Septiawan. (2003). Jurnalisme Investigatif. Jakarta: Yayasan Obor
Indonesia.
Subroto, Darwanto Sastro. Produksi Acara Televisi. Yogyakarta. Duta Wacana
University Press. 1994
Team AnneAhira.com. Mengenal Dasar Jurnalistik Adalah Penting. Dikutip dari
Wahyudi.J.B. Dasar-Dasar Jurnalistik Radio dan Televisi.
Jakarta: PT Pusaka Utama Grafiti.1996
Wibowo, Fred. Dasar-dasar Produksi Program Televisi. Jakarta Rasindo. 1997
Internet
Pujilaksono, Setiyo . Mengenal Lebih Jauh Tentang Televisi. Dikutip dari
Asiaaudiovisualra09setiyopujilaksono’s Blog
Dwi Lestari, Kristina. Dasar-Dasar Jurnalistik. Dikutip dari
http://pelitaku.sabda.org/dasar_dasar_jurnalistik(Diakses tanggal 7 April
2012)
http://asiaaudiovisualra09setiyopujilaksono.wordpress.com/2009/07/06/mengenallebih-
jauh-tentang-televisi/ (Diakses tanggal 8 April 2012)
http://www.anneahira.com/jurnalistik-adalah.htm (Diakses tanggal 7 April 2012)
http://www.indoreggae.com/artikel4.html (Diakses tanggal 7 April 2012)
http://www.seputarinfomusik.blogspot.com/sejarah-musik-metal-dunia.html
(diakses tanggal 7 April 2012) oleh Beje “Sejarah Musik Metal Dunia”
Team AnneAhira.com. Dasar Sebuah Produk Jurnalistik. Dikutip dari
www.anneahira.com/produk-jurnalistik.htm (Diakses tanggal 7 April
2012)

Article Metrics: