skip to main content

DISEMINASI INFORMASI DAN PERSEPSI RISIKO BENCANA HIDROMETEOROLOGI KELOMPOK RENTAN DI DAERAH TERTINGGAL RAWAN BENCANA

*Al Afifka Ma’rifatul Qomari Zaman  -  Prodi S1 Ilmu Komunikasi
Wiwid Noor Rakhmad  -  Prodi S1 Ilmu Komunikasi

Citation Format:
Abstract
Peningkatan frekuensi bencana hidrometeorologi telah terjadi di wilayah Kabupaten Tegal yang merupakan daerah dengan risiko bencana tertinggi kedua di Provinsi Jawa Tengah. Kondisi ini juga terjadi di Desa Wotgalih, Kecamatan Jatinegara yang dikategorikan sebagai desa tertinggal oleh Kemendesa, dimana terdapat satu pedukuhan terisolir yang paling sering mengalami bencana. Upaya untuk dapat menimalisir dampak yang ditimbulkan oleh bencana adalah dengan penyebaran informasi kebencanaan. Teori Diseminasi Inovasi dan Kerangka Persepsi Risiko menjadi landasan utama peneltian ini. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan proses diseminasi informasi kebencanaan dan mengetahui bagimana persepsi risiko masyarakat pada bencana yang terjadi. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus serta melibatkan 12 informan data diinterpretasikan melalui pola penjodohan sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa diseminasi informasi kebencanaan belum berjalan dengan semestinya, persepsi risiko masyarakat timbul berdasarkan pengalaman mereka dalam menghadapi bencana.
Fulltext View|Download
Keywords: diseminasi informasi, persepsi risiko, bencana hidrometeorologi, masyarakat desa tertinggal

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.