VIDEO REPORTASE INVESTIGASI: “MENGUAK JOKI SKRIPSI DI PERGURUAN TINGGI DI SEMARANG”

Received: 1 Aug 2013; Published: 30 Aug 2013.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

INVESTIGATION REPORT VIDEO: “INVESTIGATING THESIS “JOKI” IN A
UNIVERISITY AT SEMARANG
ABSTRACT
Thesis is one of the requirements in achieving undergraduate degree. The purpose is
enable the students to arrange and write their scientific paper according to their subject major.
The problem raises when the students feel that they are unable to compose thesis by themselves.
It causes a phenomenon called thesis jockey. Thesis jockey is an illegal action where a person
earns someone to do a thesis. Thesis jockey appears because there is a demand and order from
the students. It is also because of the low academic culture, market doer (a thesis jockey), and
unclear regulation. The government regulation also becomes the problem. This investigation can
be a reflection that this case really happens in Indonesian education. It can be a bad image for
education. The investigation of the fact was based on the curiosity of the journalist in
ellaborating the truth. This bussiness, thesis jockey is influenced by some factors. One of them
is the low awareness of the students in doing scientific research among the academic
environment in university.
This bussiness has been spreading out throughout the universities and it challenges for
the university to overcome it. Thesis jockey is an ilegal action that can give bad image for
education. It will produce unqualified undergraduate students. The students tended to use thesis
jockey because there was no regulation which can give punishment to the doer. This
investigation could be a reflection on the existance of thesis jockey within education institution.
The result of investigation could be used as the reference for the parents, educators, and the
students in order to increase the quality of education in Indonesia.
The investigation was done in order to obtain the facts. This investigation also used a
method which consists of some phases namely, pre-production, production, and post production.
This investigation report has been broadcasted by Cakra TV Semarang on Monday June 17th
2013. This investigation video was broadcasted after getting an agreement and negoitation.
Keywords: investigation, students, thesis jockey, television
VIDEO REPORTASE INVESTIGASI: “MENGUAK JOKI SKRIPSI DI PERGURUAN
TINGGI DI SEMARANG”
____________________________________________________________________
ABSTRAK
Skripsi merupakan syarat seorang mahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjana
dengan tujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan
bidang ilmunya. Permasalahan muncul ketika mahasiswa merasa tidak cukup mampu untuk
menyelesaikan tugas penulisan skripsi. Fenomena joki skripsi hadir karena adanya permintaan
dan penawaran. kultur akademik yang rendah, adanya pelaku pasar (para joki), serta regulasi
yang tidak jelas. Regulasi pemerintah juga menjadi problem tersendiri. Investigasi ini dapat
menjadi gambaran bagi masyarakat dan dunia akademik tentang adanya praktek joki skripsi yang
mencoreng institusi pendidikan. Penelusuran fakta dalam jurnalisme investigasi didasarkan pada
keinginan wartawan untuk mengetahui. Penelusuran fakta dilakukan untuk memaparkan
kebenaran. Maraknya bisnis joki skripsi dipengaruhi pula oleh beberapa faktor, diantaranya
adalah rendahnya budaya penelitian di kalangan civitas akademika perguruan tinggi.
Maraknya jasa pembuatan skripsi di beberapa kota merupakan tantangan serius bagi
perguruan-perguruan tinggi. Joki skripsi merupakan salah satu hal yang merusak citra pendidikan
karena melahirkan sarjana yang tidak berkualitas. Mahasiswa cenderung menggunakan jasa joki
skripsi karena belum adanya sanksi yang menjerat. Sanksi terhadap pengguna jasa joki skripsi
belum ada. Investigasi ini menjadi gambaran bagi masyarakat dan dunia akademik tentang
adanya praktek joki skripsi yang mencoreng institusi pendidikan. Hasil dari investigasi ini dapat
menjadi referensi bagi orang tua, tenaga pendidik, dan mahasiswa agar menghindari praktek
perjokian skripsi untuk memperbaiki kualitas pendidikan.
Investigasi perlu dilakukan untuk mendapatkan fakta lebih lanjut. Cara kerja
menggunakan metode investigasi yang terdiri dari beberapa tahap: pra produksi, produksi dan
paska produksi. Reportase investigasi ini ditayangkan oleh stasiun televisi yaitu program
Target Investigasi di Cakra TV Semarang pada hari Senin tanggal 17 Juni 2013.
Penyangan karya bidang pada program Target Investigasi dilakukan setelah proses negosiasi dan
dirasa cocok dengan program acara tersebut.
Kata kunci : investigasi, mahasiswa, joki skripsi, televisi
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berdasarkan definisi awam yang dirumuskan skripsi mengandung komponen
pengertian berikut : karya tulis ilmiah hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa
berkualifikasi sarjana (Rahyono FX,2010:23). Skripsi merupakan syarat seorang
mahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan tujuan agar mahasiswa mampu
menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa
yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan
ketrampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan dan menjelaskan
masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan
persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri
(PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Menurut kamus
besar bahasa Indonesia, skripsi diartikan sebagai suatu karangan ilmiah yang diwajibkan
sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis.
Permasalahan mulai muncul ketika mahasiswa merasa tidak cukup mampu untuk
menyelesaikan tugas penulisan skripsi. inilah yang membuat beberapa pihak
memanfaatkan kesempatan untuk sekedar membuka jasa pengetikan ataupun melayani
pengolahan data. Selain itu muncul juga jasa pembuatan skripsi yang semakin bertebaran
dan mudah untuk ditemui. Jika dahulu mungkin dilakukan dengan sembunyi-sembunyi,
dan informasi di sebarkan dari mulut ke mulut, maka saat ini jasa penulisan skripsi
dengan mudah diakses oleh mahasiswa melalui internet. Hanya dengan memasukkan kata
kunci “konsultasi skripsi” dengan mesin pencari, hasilnya adalah 23.400 file pada
www.yahoo.com, 90.300 file pada www.google.com. Bahkan para penyedia jasa
pembuatan skripsi tidak segan untuk menempel iklan di beberapa tempat misalnya
dinding atau pohon di sekitar kampus. Jasa seperti ini seolah-olah dilegalkan, karena
tidak pernah terdengar ada yang biro jasa skripsi yang dimeja hijaukan. Fenomena joki
skripsi hadir karena adanya permintaan dan penawaran. Sistem yang dibangun dunia
pendidikan ternyata memuat kekuatan-kekuatan pasar yang terbilang anomin (Wahono,
2001:4-9).
Ada berbagai alasan mengapa joki skripsi menjadi hal yang makin marak dan jasa
ini diminati oleh mahasiswa tingkat akhir. Menurut Nugroho, Dosen Fakultas Ilmu
Pendidikan (FIP) Unnes, ada tiga variabel yang menyebabkan maraknya bisnis joki
skripsi. Yakni kultur akademik yang rendah, adanya pelaku pasar (para joki), serta
regulasi yang tidak jelas. Regulasi pemerintah juga menjadi problem tersendiri.
Pemerintah memaksakan agar kuantitas lulusan perguruan tinggi meningkat. Program itu
ditangkap secara jeli oleh perguruan tinggi dengan menyelenggarakan perkuliahan
"instan", model ekstensi atau semester pendek. Alhasil, perguruan tinggi menjadi
produsen sarjana berkualitas fast food. (Suara Merdeka, 21 April 2005). Program
perkuliahan ekstensi banyak dinilai menjadi salah satu faktor mengapa joki skripsi tetap
berjaya di tengah-tengah masyarakat. Bisnis joki skripsi ini kian menyeruak saat
perguruan tinggi ramai-ramai membuka program ekstensi. (Suara Merdeka, 14 April
2005, hal 10).
Alasan lain mengapa joki skripsi kian marak juga tidak lepas dari dosen
pembimbing yang kurang maksimal dalam memberikan pelayanan pada mahasiswa.
Wakil Direktur Bidang Akademik Sekolah Pascasarjana UGM menyatakan, ketika
pembimbing itu overload, punya kesibukan yang banyak di luar kegiatan belajarmengajar
maka ada kecenderungan di dalam menyikapi tugas pembimbingan hanya
sebagai rutinitas yang harus dia lakukan. Akhirnya, dosen-dosen pembimbing akan
cenderung untuk kemudian menjadi stereotipik. (Edhi Martono, 2009).
1.2 Perumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat ditarik dari hal ini adalah : Bagaimanakah modus para
penyedia jasa joki skripsi?
1.3 Judul
Menguak joki skripsi di Perguruan Tinggi
1.4 Tujuan
Program ini dibuat untuk menginvestigasi praktek joki skripsi yang dilakukan oleh
mahasiswa S1 di Semarang.
1.5 Penayangan karya bidang
Program : Target Investigasi
Stasiun TV : Cakra TV Semarang
Penayangan : Senin, 19.00-19.30 WIB
1.6 Analisis target audiens
Penayangan karya bidang ini akan ditayangkan di salah satu stasiun TV lokal di
Semarang yaitu Cakra TV. Cakra TV Semarang merupakan salah satu stasiun televisi
local Semarang yang dimiliki oleh Indonetwork yang saat ini mempunyai beberapa
program tayangan berita yang berkonten lokal cukup tinggi dan dinilai memiliki peluang
untuk dapat menayangkan program investigasi karya bidang tersebut. Target audience
Cakra Semarang TV:
Jenis Kelamin : Pria dan Wanita
Umur : Primer 15-65 tahun
Sekunder <14 tahun
Tersier > 65 tahun
Dapat disimpulkan bahwa audiens Cakra Semarang TV merupakan masyarakat di usia
produktif sehingga karya bidang berupa investigasi ini nantinya dapat disaksikan oleh
masyarakat dari berbagai lapisan umur untuk dijadikan pengalaman dan pengetahuan.
1.7 Durasi
30 menit durasi penayangan di Cakra TV dengan rincian sebagai berikut:
-Video : 26 menit
-Iklan : 3 menit
-Credit title : 1 menit
1.8 Signifikansi
a. Akademis
Investigasi dibuat dalam bentuk video berdurasi 30 menit, merupakan salah satu bagian
dari aplikasi mata kuliah konsentrasi jurnalistik yaitu Produksi Berita TV dan Jurnalistik
Investigasi. Diharapkan karya bidang ini dapat memberikan kontribusi dalam bidang
jurnalistik.
b. Praktis
Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang fenomena
joki skripsi. Investigasi ini merupakan bentuk aplikasi riil mahasiswa dari berbagai mata
kuliah seperti : Produksi Berita TV, dan Jurnalisme Investigasi yang sudah diajarkan di
perkuliahan, sehingga apa yang telah dipelajari di perkuliahan dapat diaplikasikan dalam
bentuk karya bidang.
c. Sosial
Investigasi ini dapat menjadi gambaran bagi masyarakat dan dunia akademik tentang
adanya praktek joki skripsi yang mencoreng institusi pendidikan. Selain itu dapat juga
menjadi referensi bagi orang tua, tenaga pendidik, dan mahasiswa agar menghindari
praktek perjokian skripsi untuk memperbaiki kualitas pendidikan.
SEKILAS BISNIS JOKI SKRIPSI DAN PROGRAM TARGET INVESTIGASI
Banyaknya perjokian skripsi dapat dilihat dari berbagi sisi, secara sosiologis, Soekanto
menyebutkan bahwa maraknya perjokian skripsi merupakan salah satu budaya tanding terhadap
kultur akademik perguruan tinggi, yang muncul dalam bentuk penyimpangan atau
penyelewengan (Soekanto,1995:190-191). Penyimpangan layanan bimbingan skripsi dianggap
sebagai praktek penyelewengan di dunia akademik. Penulisan skripsi menjadi pranata sosial
yang menuntut mahasiswa untuk dapat menyelesaikannya..
Dari hasil survei maka, banyak data dan informasi yang membantu dalam menelusuri
layanan perjokian skripsi. Berdasarkan penelusuran, cara pemasaran yang dilakukan oleh biro
penyedia layanan bimbingan skripsi ini adalah dari mulut ke mulut. Selain itu untuk menunjang
pemasaran bisnisnya, para penyedia jasa ini memasang iklan di jalan-jalan yang mudah dilihat
orang bahkan ada juga yang memasang iklan di media massa seperti surat kabar. Cara klien
melakukan komunikasi juga dapat dilakukan melalui SMS dan juga telfon untuk membuat janji
dan jadwal pertemuan. Sedangkan untuk proses bimbingan,klien dapat bertatap muka langsung
dengan pembimbing yang telah ditunjuk atau dapat juga memalui email. Email menjadi andalan
karena merupakan sarana yang praktis untuk mengirimkan data-data, sehingga pemakai jasa
hanya cukup berkonsultasi melalui email, apabila ada revisi maka hanya cukup dengan
mengirimkan melalui email saja. Waktu bimbingan dapat ditentukan bersama, klien dapat
dengan mudah kapanpun menghubungi pembimbing atau joki skripsinya. Berbeda dengan
pembimbing dari kampus yaitu dosen yang memberikan batasan waktu untuk konsultasi,
penyedia layanan joki skripsi menyediakan waktu secara maksimal bagi para kliennya. Waktu
layananpun 2-3 kali pertemuan dalam satu minggu dengan durasi 1-2 jam dalam tiap
pertemuannya.
Para penyedia layanan bimbingan skripsi ini rata-rata mampu mengerjakan skripsi para
kliennya selama kurang dari satu semester, apabila semakin sering melakukan bimbingan, maka
semakin cepat proses penyelesaian skripsi tersebut. Jaminan ini yang menjadi titik kunci
kepuasan para pengguna jasa joki skripsi. Penyedia jasa layanan bimbingan atau pembuatan
skripsi menerima berbagi bidang dalam pengerjaan skripsi, hanya saja tarif yang ditawarkanpun
beragam tergantung tingkat kesulitan, bidang hukum berbeda tarif dengan bidang teknik, begitu
juga penelitian kualitatif akan berbeda dengan kuantitatif. Joki skripsi memberikan garansi mulai
dari dari pemilihan judul, revisi tiap bab, bahkan hingga revisi setelah ujian skripsi. Pengarahan
juga diberikan sebelum klien menghadapi sidang supaya klien benar-benar mempersiapkan diri
untuk menghadapi sidang.
Cakra Semarang TV memiliki jam siaran sebanyak 17 jam per harinya dimulai pukul
06.30- 23.30 WIB. Cakra Semarang TV memiliki tak kurang dari 30 program acara. Target
investigasi sendiri, termasuk dalam salah satu program Cakra Semarang TV. Program ini tayang
setiap hari Senin pukul 19.00- 19.30 WIB. Target Investigasi adalah program yang mengulas
secara mendalam mengenai suatu peristiwa atau isu yang hangat untuk disajikan dengan format
investigasi. Penayangan karya bidang kami dalam program Target Investigasi sangat tepat karena
program tersebut khusus menayangkan reportase investigasi.
PELAKSANAAN, EVALUASI, DAN ANALISIS
Jurnalisme investigatif adalah sebuah terminologi yang memberikan atribut penyelidikan,
keingintahuan dan misi tertentu dari para wartawannya. Penelusuran fakta dalam pada jurnalisme
investigasi didasarkan pada keinginan wartawan untuk mengetahui sesuatu, bukan seperti liputan
regular seperti pada bentuk jurnalisme biasa. Penelusuran fakta dilakukan untuk memaparkan
kebenaran. Kebenaran yang ditemukan mempunyai tujuan untuk memperbaiki suatu keadaan di
dalam masyarakat yang salah. Jurnalisme investigasi mengungkap kebenaran dengan landasan
nilai-nilai moral.
Tujuan reportase investigasi adalah sebagai berikut:
1. Mengungkapkan informasi yang menyangkut kepentingan masyarakat, sehingga
masyarakat dapat berpartisipasi mengambilo keputusan
2. Tidak hanya menyampaikan hal-hal yang secara operasional tidak sukses, namun juga
sampai pada konsep yang keliru
3. Beresiko tinggi dan bisa menimbulkan kontroversi, kontradiksi hingga konflik. Oleh
karenanya harus menggali bahan-bahan yang dirahasiakan
4. Karena beresiko tinggi, maka sebelumnya harus dipertimbangkan lebih dulu manfaat dan
kerugian bagi pihak-pihak yang terlibat
5. Diperlukan idealisme, integritas, sikap adil, tenang dan tidak emosional pada diri
wartawan maupun medianya.
Tahap kerja wartawan investigasi:
1. Tahap Pra Produksi
Tahapan ini merupakan tahap awal dimana dilakukan persiapan perencanaan.
Dimulai dari munculnya ide hingga pengembangan ide tersebut. (Darwanto, 2007; 175).
Dalam pengembangan ide-ide awal, diperlukan langkah-langkah untuk mengumpulkan
data awal.
2. Tahap Produksi
Pembuatan janji dengan narasumber dan pemilihan lokasi
Penulis membuat janji dengan narasumber untuk melakukan wawancara dengan para
narasumber. Ada beberapa narasumber yaitu pengguna jasa joki skripsi, joki skripsi,
pakar pendidikan dan psikolog.
3. Pasca Produksi
Penulis sebagai reporter pada tahap paska produksi bertugas sebagai presenter
yang menyajikan acara. Pengambilan gambar dilakukan sebanyak 2 kali, pertama
pengambilan gambar dilakukan di rumah Amelia, namun karena oleh produser Target
Investigasi dirasa kurang maka untuk pembuka dan penutup dirubah dengan melakukan
pengambilan gambar ulang yaitu di kampus salah satu kampus perguruan tinggi swasta.
Pemilihan lokasi dilakukan oleh pihak Cakra TV. Dalam tahap ini video sudah siap
ditayangkan karena sudah pada tahap akhir dan pihak dari Cakra TV bersedia
menayangkan karya tersebut pada hari Senin 17 Juli 2013.
SIMPULAN DAN SARAN
Dalam karya bidang berbentuk produk jurnalistik dengan format video investigasi ini, ada
beberapa kesimpulan yang dapat diambil selama proses pengerjaan yang dimulai dari tahap pra
produksi, produksi, dan paska produksi.
4.1 Kesimpulan
1. Sebagai Reporter
Penulis yang menjadi reporter melaksanakan tugas mulai dari mencari informasi,
melakukan wawancara dan juga mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah
khusunya dalam mata kuliah jurnalistik investigasi.
2. Sebagai Editor
Penulis memegang tanggung jawab sebagai editor dengan meminta bantuan dari
pihak luar sebagai operator edit yang bekerja saling membantu dengan penulis dalam
proses editing video. Proses editing ini dilakukan selama kurang lebih 2 minggu dan
disesuaikan dengan naskah.
4. 2 Saran
Bagi reporter selanjutnya: mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mempertajam
informasi yang diperoleh dari narasumber yang ada. Dalam melakukan pengamatan
langsung dilapangan, siapkan catatan. Bagi editor selanjutnya: editor harus lebih jeli
dalam melakukan proses pemilihan gambar.
Daftar Pustaka
Darwanto. (2007). Televisi Sebagai Media Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka
Belajar.
Gaines, William. C. (2007). Laporan Investigasi untuk Media. Jakarta: ISAI.
Kovach, Bill., dan Rosenstiel, Tom. (2006). Sembilan Elemen Jurnalisme.
Jakarta: Yayasan Pantau.
Laksono, Dhandy D. (2009). Menyingkap Fakta: Panduan Liputan Investigasi
Media Cetak, Radio, dan Televisi. Jakarta: AJI.
Muda, Deddy Iskandar. (2003). Jurnalistik Televisi. Bandung: Rosdakarya.
Sanaky, Hujair dkk. (2011). Academics Underground. Yogyakarta: Pusat
Studi Islam UII.
Santana K, Septiawan.( 2003). Jurnalisme Investigatif. Jakarta: Yayasan
Obor.
Santana K, Septiawan. (2005). Jurnalisme Kontemporer. Jakarta: Yayasan
Obor.
Suhandang, Kustadi. (2004). Pengantar Jurnalistik. Bandung: Penerbit
Nuansa.
Vivian, John. (2008). Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Kencana.

Article Metrics: