Perilaku Komunikasi Antara Mahasiswa Rantau dengan Orangtua

*Vinny Avilla Barus  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Tandiyo Pradekso  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Published: 21 Dec 2018.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 194 1719
Abstract
Komunikasi antara mahasiswa dengan orangtua mengalami perubahan setelah mahasiswa tidak tinggal bersama dengan orangtua. Perubahan tersebut terjadi pada pola komunikasi mahasiswa dengan orangtua yang tidak lagi sama seperti saat mahasiswa masih tinggal bersama orangtua. Selain mengalami perubahan dalam pola komunikasi, mahasiswa juga sering mengalami hambatan atau gangguan dalam berkomunikasi dengan orangtua, seperti gangguan sinyal dan juga kesibukan mahasiswa. Sehingga hal tersebut membuat hubungan antara mahasiswa dengan orangtua menjadi tidak harmonis dan sering mengalami konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perilaku komunikasi antara mahasiswa rantau dengan orangtua. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma interpretif. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendeketan studi kasus. Analisis data yang digunakan adalah analisis data penjodohan pola. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa rantau yang berasal dari Sumatera Utara yang berjumlah enam orang. Teori yang digunakan adalah Pola Interkasi Hubungan, Teori Dialektika Relasional dan Teori Skema Hubungan Keluarga. Hasil penelitian ini menemukan bahwa setelah merantau mahasiswa mengalami perubahan perilaku komunikasi dengan orangtua. Perubahan tersebut dikarenakan mahasiswa yang semakin sibuk dengan kegiatan dikampus dan organisasi. Sehingga mahasiswa semakin memiliki sedikit waktu untuk berkomunikasi dengan orangtua. Dalam penelitian ini semua subjek mengalami perubahan pola komunikasi dengan orangtua seperti perubahan pada intensitas komunikasi, cara berkomunikasi dan juga topik komunikasi. Perubahan tersebut berdampak pada hubungan mahasiswa yang mengalami konflik dengan orangtua. Konflik yang terjadi menyebabkan beberapa mahasiswa menjadi tertutup dengan orangtua. Mahasiswa yang pernah mengalami konflik dengan orangtua, melakukan pengelolaan konflik dengan cara melakukan dialog dengan dan meminta maaf kepada orangtua. Dalam melakukan komunikasi, hambatan-hambatan yang dialami oleh mahasiswa ketika melakukan komunikasi dengan orangtua adalah sinyal yang tidak stabil, jarak antara mahasiswa dengan orangtua, kesibukan mahasiswa dan cara pandang yang berbeda.
Keywords: Perilaku Komunikasi, Mahasiswa Rantau, Orangtua

Article Metrics: