Analisis Semiotika: Representasi Objektifikasi Seksual Perempuan dalam Film Drama Komedi 3 Dara

*Ardelia Rizkyana  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Sunarto .  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Published: 1 Oct 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 329
Abstract
Film merupakan salah satu media komunikasi massa yang efektif dan efisien dalam menyampaikan pesan. Film dianggap dapat membentuk dan menghadirkan kembali realitas sosial melalui audio visual, sehingga dapat berpengaruh terhadap cara pandang masyarakat. Film yang menjadi objek penelitian adalah 3 Dara bergenre drama komedi. Film ini dipilih karena memiliki tema yang unik dengan pesan yang ingin disampaikan adalah tentang pentingnya kesetaraan gender. Selain itu, film ini banyak menghadirkan mitos dan stereotip perempuan melalui figur-figur perempuan didalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi objektifikasi seksual perempuan dalam film drama komedi 3 Dara. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan semiotik sehingga diharapkan mampu menemukan makna-makna dan ide-ide yang terkandung di dalam film . Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menggunakan metode analisis semiotika John Fiske yaitu “The Codes of Television” berdasar tiga level yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Penelitian ini menggunakan teori sikap atau teori standpoint sebagai teori utama, serta ditambah dengan teori objektifikasi dan teori male gaze untuk mempermudah di dalam mengevaluasi mengenai objektifikasi seksual perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 21 scene yang dipilih, pada level realitas dan level representasi masih menempatkan perempuan ke dalam posisi lemah dan tertindas berdasar pada tubuhnya yang dijadikan sebagai objek seksual. Di mana peneliti menemukan pada level realitas dan level representasi terdapat representasi objektifikasi seksual melalui unsur penampilan,, kostum,make up, ekspresi, gestur, kontak mata, kamera, narasi, dialog, editing, musik, tokoh dan pemeran. Pada level ideologi kemudian peneliti menemukan bahwa film drama komedi 3 Dara oleh pembuat filmnya masih menyediakan sudut pandang dominan patriarki di dalam merepresentasikan perempuan.. Peneliti menemukan bahwa: pertama, film drama komedi 3 Dara masih memposisikan perempuan berdasar mitos tubuh ideal yang telah berkembang di masyarakat; kedua, film ini memberikan gambaran bahwa perempuan berdasarkan tubuhnya dapat selalu diobjektifkan sehingga menjadi korban pelecehan seksual; ketiga, melalui tubuhnya perempuan dapat dikomersialisasi dan dikomodifikasi sesuai dengan selera pihak kapitalis guna mencari keuntungan; dan keempat, perempuan digambarkan tidak memiliki otoritas terhadapa tubuhnya sendiri karena berada di bawah control laki-laki.. Namun, selain itu peneliti juga menemukan bahwa film drama komedi 3 Dara menunjukkan usaha di dalam menghadirkan konsep feminisme yang liberal guna menghapus adanya opresi terhadap tubuh perempuan. Selain itu film ini juga menghadirkan konsep female gaze bahwa tidak hanya laki-laki yang dapat mengobjektifkan perempuan secara seksual, melainkan perempuan dapat melakukan objektifikasi seksual melalui tatapan yang erotis terhadap laki-laki. Akan tetapi, hal tersebut tidak serta merta menghapus dominasi sudut pandang patriarki yang masih mengontrol perempuan ke dalam sebuah keterbelengguan atas tubuhnya. Penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi penelitian selanjutnya dengan menggunakan pendekatan intepretif karena objektifikasi seksual perempuan tema yang paling menarik untuk dibahas, sehingga akan lebih detil lagi jika terdapat pemaknaan dari khalayak akan hal tersebut. Selain itu juga dapat menggunakan Teori milik Simone de Beauvoir yaitu “the second sex” guna melihat bagaimana perempuan menjadi Liyan, sehingga selalu diposisikan sebagai yang lemah dibawah kuasa laki-laki termasuk secara seksualitas
Keywords: Representasi, Objektifikasi Seksual Perempuan, Semiotika, Teori Standpoint, Film

Article Metrics: