Pemaknaan Khalayak Terhadap Marginalisasi dalam Pendidikan dan Kritik Sosial pada Lirik Lagu Putra Nusantara

*Sela Khurrosidah  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Turnomo Rahardjo  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Published: 14 Sep 2018.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 114 317
Abstract
Lagu berjudul Putra Nusantara menggambarkan kesenjangan yang terjadi pada anak jalanan di kota besar. Penerimaan subjek penelitian terhadap representasi marginalisasi dalam pendidikan dan kritik sosial menjadi latar belakang penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemaknaan khalayak mengenai marginalisasi dalam pendidikan dan kritik sosial yang tergambar dalam lirik lagu Putra Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode analisis resepsi Stuart Hall, dan teori interpretasi pesan Osgood on Meaning dari Charles Osgood. Analisis semiotika dari Ferdinand de Saussure juga digunakan untuk melakukan preferred reading lirik lagu, agar makna dominan dalam lirik lagu dapat diketahui. Temuan penelitian menunjukkan bahwa khalayak memaknai pesan secara berbeda karena perbedaan lingkungan dan pengalaman. Pada khalayak yang memiliki pengalaman mengajar anak-anak jalanan, cenderung melakukan pemaknaan dominan (dominant-hegemonic reading) yang menerima bahwa kritik dalam lirik lagu dibuat untuk Pemerintah, dan memang sesuai dengan realita sekarang. Khalayak yang cenderung melakukan pembacaan pesan secara negosiasi (negotiated reading), menilai bahwa marginalisasi ada di dalam lirik lagu, namun tidak hanya disebabkan oleh janji Pemerintah yang tidak ditepati, karena Pemerintah bukan satusatunya pihak yang bertanggungjawab untuk menyelesaikan pendidikan. Selain itu, khalayak dalam posisi negosiasi menilai bahwa kritik lebih baik jika disebut sebagai masukan. Sementara informan yang melakukan pembacaan pesan secara oposisi (oppositional reading), menilai bahwa marginalisasi hanya digunakan untuk membandingkan kesenjangan antara pendidikan di kota dan desa. Karena mereka menilai bahwa anak jalanan di kota merupakan para pendatang yang tidak mempunyai identitas dan tidak memiliki hak untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah kota. Penelitian ini menunjukkan bahwa khalayak yang menjadi subjek penelitian merupakan anggota community yang merupakan bagian dari mass society yang besar dan heterogen. Sebagai anggota dari community, subjek penelitian bertindak sebagai khalayak aktif, dimana mereka tidak mudah dipengaruhi (impervious to influence) oleh informasi yang disajikan media. Penelitian ini sangat terbuka untuk dikaji dengan sudut pandang dan metode berbeda untuk penelitian selanjutnya, terutama mengenai kesenjangan sosial di Indonesia dan penyampaian kritik melalui sebuah lirik lagu.
Keywords: Marginalisasi, Analisis Resepsi, Putra Nusantara.

Article Metrics: