Pemaknaan Khalayak Etnis Tionghoa terhadap Stereotip dalam Film Cek Toko Sebelah

*Husna Fadhila Husodo  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Hapsari Dwiningtyas Sulityani  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Published: 5 Sep 2018.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 163 323
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana keragaman pemaknaan khalayak etnis Tionghoa terhadap stereotip yang muncul dalam film Cek Toko Sebelah. Paradigma yang digunakan adalah paradigma interpretif dengan metode analisis resepsi Stuart Hall. Penelitian ini juga menggunakan analisis semiotika John Fiske yang menjelaskan tiga level analisis yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Kemudian, teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori stereotip. Teori ini digunakan untuk mengungkap bagaimana sebenarnya stereotip muncul. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah para informan mampu memberikan pemaknaan terhadap stereotip yang ditampilkan dalam film Cek Toko Sebelah. Hasil pemaknaan menunjukkan adanya keragaman posisi pemaknaan yaitu dominant-hegemonic reading, negotiated reading, dan oppositional reading. Pada kategori stereotip etnis Tionghoa pelit preferred reading yang muncul dari adegan film Cek Toko Sebelah justru menunjukkan hal sebaliknya. Pemaknaan hampir semua informan pada preferred reading ini menunjukkan dominan. Untuk kategori stereotip etnis Tionghoa identik dengan pedagang preferred reading yang muncul dari adegan dimaknai secara dominan oleh hampir semua informan. Kategori terakhir yaitu hubungan etnis Tionghoa dan etnis Jawa pemaknaan setiap informan cukup berbeda satu sama lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa informan dalam penelitian ini adalah khalayak aktif. Pemaknaan informan dalam penelitian ini berdasarkan pengalaman masing-masing dan dipengaruhi faktor usia dan pekerjaan.
Keywords: pemaknaan khalayak, stereotip etnis Tionghoa, film

Article Metrics: