Penghancuran Simbolik (Symbolic Annihilation) Pada Perempuan di Iklan Televisi Wonderful Indonesia The Journey to a Wonderful World

*Septiayu Damayanti  -  Departmen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Sunarto .  -  Departmen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Published: 28 Aug 2018.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 69 134
Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan praktek-praktek dan bentuk-bentuk symbolic annihilation di iklan televisi Wonderful Indonesia The Journey to A Wonderful World dan mendeskripsikan latar belakang ideologi gender dominan yang menyebabkan symbolic annihilation di iklan televisi sekarang. Subjek penelitian ini adalah iklan Wonderful Indonesia The Journey to a Wonderful World. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif dalam pendekatan kualitatif dengan kerangka paradigma kritis dan metode penelitian ini menggunakan analisis semiotik yang dikembangkan oleh John Fiske. Teori yang digunakan adalah teori standpoint  untuk menjelaskan bagaimana media iklan televisi merekonstruksi gender kepada khalayak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Wonderful Indonesia melakukan bentuk penghancuran simbolik dengan mendomestifikasikan perempuan. Iklan Woderful Indonesia mengkonstruksi perempuan dengan cara mendomestifikasikan walaupun hanya dalam beberapa scene, bentuk domestikasi yang dimaksudkan adalah domestifikasi sektor domestik dan domestikfikasi sektor publik, contoh prakteknya adalah peran utama perempuan yang belajar membatik dan dibandingkan dengan peran utama laki-laki yang melakukan olahraga ekstrim, kemudian peran pembantu utama yang berprofesi sebagai pembuat kain tenun Toraja sedangkan peran pembantu laki-laki bekerja sebagai supir becak bemo. Kemudian, ideologi kapitalisme dan patriarki menjadi latar belakang ideologi gender dominan yang menyebabkan terjadinya penghancuran simbolik pada perempuan di iklan Wonderful Indonesia. Kaum kapitalis melanggengkan patriarki dengan menempatkan perempuan di bawah kuasa laki-laki. Dalam kondisi masyarakat kapitalis, semua perempuan didefinisikan secara sosial sebagai istri, sementara laki-laki pencari nafkah. Sekarang, kapitalisme mengambil keuntungan dari pola pikir perempuan yang sudah terbentuk tentang peran apa yang harus dimainkan perempuan, dan tambah melanggengkan ideologi patriarki dalam masyarakat.

 

Keywords: Media Iklan, Penghancuran simbolik, Domestifikasi

Article Metrics: