Pola Komunikasi Keluarga Single Parent Sebagai Konsekuensi Hilangnya Sosok Ibu

Minhaturrohmah ., Sri Budi Lestari

Abstract


Pada tahun 2016, Wisconsin Office of Children’s Mental Health merilis data risiko anak-anak yang tumbuh dalam keluarga single parent. Anak-anak yang hidup di keluarga single parent seringkali memiliki stabilitas yang kurang, disiplin yang keras, dan pengawasan yang kurang, sehingga dapat menghambat perkembangan sosial dan emosional anak. Sementara itu, menurut data SUPAS BPS 2015, ada kurang lebih 24 juta keluarga single parent di Indonesia. Dari jumlah tersebut, perbandingan jumlah keluarga single parent dengan ibu tunggal dan ayah tunggal adalah 40:6 sehingga timbul keraguan masyarakat akan kemampuan ayah dalam berperan ganda agar keluarga dapat berfungsi normal. Di lain pihak, komunikasi keluarga memiliki peran penting dalam pelaksanaan fungsi keluarga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi keluarga dan pengasuhan ayah dalam keluarga single parent setelah kematian ibu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metoda studi kasus. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik penjodohan pola berdasarkan teori pola komunikasi keluarga (FCP) oleh Fitzpatrick dkk dan konsep peran pengasuhan yang dikemukakan oleh Le Poire. FCP menyatakan bahwa keluarga memiliki kecenderungan untuk mengembangkan cara-cara berkomunikasi satu sama lain yang cukup stabil sehingga dapat terprediksi. Sementara itu, menurut Le Poire, peran pengasuhan dalam keluarga memiliki empat sub peran yakni sub peran provider, nurturer, development expert, dan health care provider. Subjek dalam penelitian ini berupa tiga pasang ayah dan anak dalam keluarga single parent. Hasil penelitian ini menemukan bahwa keluarga single parent memiliki tipe keluarga yang berbeda-beda berdasarkan derajat orientasi percakapan dan kepatuhan keluarga. Tipe keluarga yang ditemukan dalam keluarga single parent adalah tipe plural, laissez faire, dan konsensual. Keluarga yang memiliki derajat orientasi percakapan tinggi, yakni tipe plural dan konsensual, menjalankan pengasuhan keluarga sesuai pola Le Poire sementara keluarga dengan tipe laissez faire yang memiliki derajat orientasi percakapan rendah menjalankan pengasuhan dengan pola provider-health care provider.

Keywords


Pola Komunikasi Keluarga, Peran Pengasuhan, Keluarga Single Parent

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Interaksi Online, is published by Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jln. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275; Telp. (024)7460056, Fax: (024)7460055


Creative Commons License
Interaksi Online by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/interaksi-online is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



Lihat Statistik Pengunjung