MEMAHAMI KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MENGELOLA PERILAKU ANTISOSIAL PADA REMAJA YANG ORANGTUANYA BERCERAI

*Febriana Krisma Damayanti  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Sri Budi Lestari  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Published: 28 Mar 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 215
Abstract
Perceraian mengubah tidak hanya struktur dalam sebuah keluarga tetapi esensi alami dari interaksi dan hubungan keluarga. Interaksi yang berubah tersebut dapat mengubah sikap anak menjadi ke arah yang lebih baik atau justru ke arah yang lebih buruk yang biasa disebut dengan perilaku antisosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana memahami komunikasi keluarga setelah perceraian dan bagaimana mengelola perilaku antisosial pada remaja yang orangtuanya bercerai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, paradigma interpretif, dan teknik analisa data yang mengacu pada metode fenomenologi. Subjek penelitian adalah tiga informan yang merupakan remaja usia 12-22 tahun dan merupakan remaja dari keluarga yang telah bercerai. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Peran dan Teori Dialektika Rasional. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pada setiap keluarga yang terjadi perceraian ada yang komunikasi keluarganya berubah namun ada pula yang tidak berubah. Perubahan komunikasi dalam keluarga yang bercerai tersebut dapat mengakibatkan perubahan perilaku pada setiap anak namun tidak semua anak mengalami perubahan perilaku antisosial. Untuk mengelola perubahan perilaku antisosial dibutuhkan komunikasi keluarga yang sesuai untuk memahami perubahan perilaku tersebut karena anak yang memiliki perubahan perilaku antisosial tidak dapat mengelola perubahan perilaku itu sendirian. Mereka cenderung membutuhkan perhatian yang ekstra dari kedua orangtuanya yang bercerai, dibutuhkan adanya pengertian sehingga seorang anak dapat mengerti mengapa terjadinya perceraian serta dibutuhkan peran seorang ibu dan ayah untuk mendampingi anak agar mereka tidak merasakan kekosongan pada dirinya sehingga perilaku antisosial dapat dihindari.
Keywords: komunikasi keluarga, perubahan perilaku antisosial, pengelolaan perilaku antisosial

Article Metrics: