Studi Fenomenologi Feminis : Esensi Pengalaman Perempuan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga

*Hestia Ainun Fintari  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Sunarto .  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Published: 28 Mar 2018.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 118 456
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi dengan banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami oleh perempuan, namun masih dianggap sebagai permasalahan yang tabu untuk dibicarakan sehingga membuat permasalahan KDRT sulit untuk diungkapkan. Kasus KDRT merupakan kasus kekerasan terhadap perempuan yang selalu mengalami peningkatan setiap tahun, akan tetapi tidak diimbangi dengan pelaporan kasus kepada pihak berwajib. Perempuan korban KDRT juga seakan mengalami pembungkaman sehingga suara perempuan korban tidak terdengar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengalaman perempuan korban KDRT dan latar belakang terjadinya KDRT. Tipe penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, paradigma kritis, serta desain fenomenologi feminis. Hasil transkrip wawancara dianalisis dengan menggunakan analisis fenomenologi interpretive. Teori yang digunakan adalah teori Kelompok Bungkam dari Cheris Kramae dan dikaitkan dengan komunikasi dalam keluarga. Subyek dalam penelitian ini adalah perempuan yang pernah atau sedang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan tinggal di kota Semarang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan korban KDRT mengalami proses pembungkaman dengan berbagai cara yaitu ejekan, ritual, kontrol, dan pelecehan. Sedangkan pelaku pembungkaman terhadap perempuan yaitu kelompok dominan (laki-laki), keluarga, norma sosial, lingkungan sekitar, hingga pihak berwajib seperti kepolisian. Terdapat dampak yang diakibatkan dari pembungkaman perempuan korban yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan digolongkan menjadi dampak fisik seperti luka membekas dan luka sementara, serta dampak non fisik yaitu terganggunya psikologis anak, trauma, depresi, perasaan malu, hingga hilangnya kepercayaan diri.
Keywords: Komunikasi Keluarga, Pembungkaman Perempuan, KDRT

Article Metrics: