Abstract
Munculnya pergeseran serta perbandingan gender penari yang tidak seimbang menjadi latar belakang penelitian ini karena dapat mengubah nilai dan identitas masyarakat Purworejo. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami identitas lokal melalui kesenian Dolalak sebagai gambaran identitas masyarakat Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi semiotika sosial. Analisis data menggunakan konsep space, time, interaction, dan rule. Teori yang digunakan yakni Teori Pertunjukan (Richard Schechner), Teori Identitas Sosial dan Semiotika Sosial (M. A.K. Halliday), dan Teori Skema Budaya (William B. Gudykunst). Hasil penelitian yang didapatkan yakni adanya pergeseran dalam kesenian Dolalak yang dapat dilihat dengan melihat perbandingan pada tiga kelompok yang berbeda. Identitas lokal yang didapati dalam ketiga kelompok tersebut berbeda-beda. Sehingga kesenian rakyat yang kemudian dibentuk sebagai kesenian baru memiliki kuasa untuk mereduksi nilai dan identitas sosial yang ada dalam bentuk Dolalak tradisional. Pergeseran yang muncul dapat dimaknai sebagai dinamika sosial yang terjadi pada masyarakat Purworejo