RESISTENSI PEREMPUAN DALAM MUSIK POP KOREA (Analisis Semiotika Lagu I Don’t Need A Man)

*Citra Safira  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Undip
Dr.Sunarto . M.Si  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Undip
Published: 13 Jun 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 461 360
Abstract
Korea Selatan sebagai negara yang dikenal dengan Korean Wave, telah sukses menyebarkan tidak hanya teknologi namun juga produk hiburan, salah satunya adalah Kpop. Meski telah sukses mengembangkan negaranya, nyatanya masih banyak masyarakat Korea Selatan yang masih menganut kepercayaan terdahulu yaitu ajaran Konfusianisme. Dalam ajaran tersebut salah satunya mengatur tentang bagaimana menjadi perempuan yang baik yaitu perempuan yang selalu berada di rumah. Kemunculan girlband menjadi salah satu faktor kesuksesan Kpop, sekaligus menjadi sebuah contoh bahwa perempuan juga bisa berkarya. Girlband miss A mengajak masyarakat khususnya perempuan melakukan perlawanan terhadap budaya patriarki yang telah melekat di Korea Selatan, salah satunya adalah lagu dari miss A – I Don’t Need A Man. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarakan bentuk-bentuk resistensi yang terdapat dalam lirik lagu I Don’t Need A Man. Didukung dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Michael Riffaterre melalui tahapan pembacaan heuristik, hermeneutik, matriks, model, dan varian, serta hipogram dengan tujuan mengetahui makna yang terkandung dalam lagu tersebut. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teori standpoint sebagai landasan teori. Hasil penelitian berdasarkan pembacaan heuristik menunjukkan terdapat bentuk perlawanan yang digambarkan dengan ketidakpatuhan pencipta lagu dalam menulis lirik sesuai dengan struktur linguistik Korea Selatan (predikat selalu berada di akhir kalimat). Di sini terdapat beberapa syair yang tidak sesuai dengan struktur linguistik Korea Selatan, sehingga dinilai sebagai suatu bentuk perlawanan. Kedua, pembacaan hermenutik menunjukkan terdapat bentuk perlawanan yang digambarkan dengan struktur lagu yang berbeda dengan struktur lagu pada umumnya. Jika struktur lagu umumnya diawali dengan verse, namun lagu ini langsung diawali bagian refrain. Struktur lagu yang berbeda ini dilihat sebagi bentuk perlawanan. Ketiga, model dari lagu ini adalah kemandirian karena lagu ini menceritakan tentang perempuan mandiri dengan kehidupan yang dijalaninya, kemudian pada varian ditemukan indikator-indikator yang kemandirian dalam lagu ini yaitu mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan kepercayadirian, sedangkan matriks atau tema dari lagu ini adalah resistensi, sesuai dengan hasil kedua pembacaan sebelumnya. Terakhir, hipogram adalah membandingkan lagu I Don’t Need A Man dengan lagu sebelumnya (Goodbye Baby) dengan penyanyi yang sama. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat keterkaitan antara lagu sebelumnya dengan lagu yang sekarang. Hasilnya adalah kedua lagu tersebut memang menceritakan tentang perempuan. Lagu Goodbye Baby menceritakan tentang perempuan yang putus cinta kemudian bangkit dan mencari laki-laki lain, namun pada lagu I Don’t Need A man menceritakan tentang perempuan yang tidak butuh laki-laki, yaitu laki-laki yang tidak bisa serius dan menghargai dirinya. Di sini sifat kedewasaan perempuan lebih ditekankan.
Keywords: Resistensi, Perempuan, Kpop, Semiotika.

Article Metrics: