PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE DAN PENGAWASAN ORANGTUA TERHADAP PERILAKU ANTISOSIAL (Kasus penggunaan Smartphone dan Pengawasan Orangtua Siswa SMP Purnama 3 Semarang terhadap Munculnya Perilaku Antisosial)

Dwi Wahyuningsih, Dra. Taufik Suprihartini, M.Si

Abstract


Orangtua dapat berperan sebgai guru, teman bahkan gatekeeper bagi anak-anak mereka. Seperti yang dikatakan oleh Soekanto (2004;87) orangtua sangat berpengaruh dalam mendidik anak-anak mereka yang boleh dikatakan masih sangat bergantung pada lingkungan keluarganya. Pengawasan orang tua sangat berperan bagi remaja ketika menggunakan smartphone agar dapat mengurangi pengaruh negatif yang ditimbulkan dari penggunaan smartphone. Penelitian yang bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh antara intensitas penggunaan smartphone dan pengawasan orangtua terhadap perilaku antisosial pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan paradigma positivistic untuk mengetahui adanya hubungan kausalitas atau sebabakibat. Penelitian ini menggunakan Teori Literasi Media, Media Equation Theory, Teori Kognitif Sosial dan Parental Mediation Theory. Penelitian akan dilakukan kepada 32 responden yang memiliki karakteristik sama. Responden diambil anak usia remaja karena dianggap masih membutuhkan pengawasan orang tua pada saat menggunakan smartphone. Hasil penelitian ini diperoleh F hitung sebesar 29,976 lebih besar daripafa F tabel sebesar 3,33, maka intensitas penggunaan smartphonedan pengawasan orangtua secara simultan berpengaruh pada munculnya perilaku antisosial pada remaja. Pada pengujian koefisien regresi secara parsial diperoleh intensitas penggunaan smartphone sebesar 6,789 dan pengawasan orang tua sebesar -4,801, semua perhitungan menunjukkan lebih besar dari perhitungan T tabel yakni sebesar 2,042, artinya bahwa semua variabel bebas berpengaruh secara parsial terhadap variabel terikat. Pengawasan orang tua terhadap anak remaja sangat dibutuhkan pada saat menggunakan smartphone agar dapat mengurangi pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh smartphone tersebut. Karena anak – anak pada saat keadaan emosi lebih suka mengekspresikannya dengan perilaku – perilaku antisosial yang tidak sesuai dengan norma yang ada. Pada saat ini anak menganggap bahwa perilaku seerti menampar atau berkelahi dengan teman adalah suatu hal yang wajar. Peraturan-peraturan yang digunakan oleh orangtua dalam membatasi anak-anak pada saat menggunakan smartphone mengenai apa saja konten yang boleh diakses dalam smartphone mereka dapat berperan dalam mengurangi munculnya perilaku antisosial pada remaja.

Keywords


Intensitas Penggunaan smartphone, pengawasan orangtua, antisosial.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Interaksi Online, is published by Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jln. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275; Telp. (024)7460056, Fax: (024)7460055


Creative Commons License
Interaksi Online by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/interaksi-online is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



Lihat Statistik Pengunjung