skip to main content

Belajar Dari Iklan, Mengabarkan Budaya Jawa Kepada Dunia


Citation Format:
Abstract
Ketertarikan penulis untuk meneliti iklan menjadi dasar penelitian ini. Salah satu alat promosi secaramassal ini menjadi bab yang tidak habis dibahas karena efeknya sebagai media massa tidak hanyamengarahkan pembelian, tetapi juga mempunyai efek subliminal yang menggiring audience kepadaperilaku – perilaku baru yang tidak terduga sebelumnya. Salah satunya penulis bahas dalam iklan yangmenggunakan tema budaya dalam Iklan Djarum 76 Versi Jin Jawa. Penggunaan komunitas atau budayadalam iklan untuk menarik target audiens tertentu memang akan sangat efektif, apalagi memang targetaudiens dan jangkauan pemasaran dari Djarum 76 adalah Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian JawaBarat. Namun tanpa disadari iklan Djarum 76 versi Jin Jawa telah menggores nilai-nilai kesukuan yangsebenarnya, dimana secara tidak langsung mencerminkan jatidiri masyarakat Jawa yang sudah mulaiberubah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara tingkat kreativitas isi pesaniklan terhadap persepsi jatidiri masyarakat Jawa, untuk mengetahui pengaruh daya tarik humor dalamiklan Djarum 76 terhadap persepsi jatidiri masyarakat Jawa. Selain itu, juga mejelaskan pengaruhkeduanya yakni tingkat kreativitas isi pesan iklan dan daya tarik humor iklan terhadap persepsi jatidirimasyakat Jawa.Upaya menjawab permasalahan dan tujuan penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakanteori belajar sosial dari Albert Bandura yang merupakan salah satu varian dari efek media massa dalamparadigma positifistik dengan tipe penelitian eksplanatori. Sampel yang diambil melalui accidentalsampling yakni masyarakat Semarang yang mendapat terpaan iklan Djarum 76 versi jin Jawa. Dengananalis data menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda dan Korelasi Product Moment.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara tingkatkreativitas isi pesan iklan dan daya tarik humor iklan terhadap persepsi jatidiri masyarakat Jawa sebesar35,5 %.Disarankan dengan persentase dampak yang ditimbulkan, maka para kreatif iklan harus lebihbijak dalam mengasumsi realitas yang akan ditampilkan dalam media massa. Masyarakat sebagaipenjaga identitasnya sendiri juga diharapkan lebih peduli, atau bahkan harus mampu memanfaatkankemajuan teknologi sebagai batu loncatan mempromosikan budayanya. Bahwa apa yang dihasilkankreatif iklan mampu membuat masyarakat belajar, membentuk sikap, persepsi dan akhirnya menirunya.Keywords: teori belajar sosial, kreativitas iklan, budaya Jawa
Fulltext

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.