ANALISIS FRAMING TERHADAP PEMBERITAAN KASUS KPK VS POLRI KEDUA DALAM MAJALAH TEMPO

Received: 4 Jan 2013; Published: 5 Dec 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 82
Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui frame yang dibentuk olehMajalah Tempo mengenai kasus dugaan korupsi simulator SIM yang melibatkandua institusi negara yaitu KPK dan POLRI. Tipe penelitian ini bersifat deskriptifdengan pendekatan analisis framing yang dikembangkan oleh Zhongdang Pan &Gerald M. Kosicki. Perangkat framing berupa sintaksis, skrip, tematik, dan retorisdigunakan untuk melihat kecenderungan Majalah Tempo dalammengkonstruksikan peristiwa ini. Pamela J. Shoemaker dan Stephen D. Ressemengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan redaksi untukmenghasilkan berita ke dalam level individual, level rutinitas media (mediaruotine), level organisasi dan level ekstramedia (Sudibyo, 2001:7-12)Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lead yang digunakanoleh Tempo merupakan lead yang merujuk pada kutipan yang mengemukakanunsur who sebagai pandangan awal dalam membentuk body berita. MajalahTempo mencoba mengarahkan khalayak untuk memandang bahwa KPK sebagailembaga anti korupsi yang dibentuk UU maka KPK berhak melakukan hal yangdirasa perlu untuk dilakukan dalam pemberantasan dugaan korupsi sekalipundilakukan oleh penegak hukum lainnnya yaitu polisi. Sehingga disimpulkanbahwa KPK perlu untuk menyelidiki agar tidak terjadi konflik kepentinganmengingat jika yang memeriksa anggota polisi adalah insitusinya dikhawatirkantidak berjalan secara fair. Salah satu bentuk sikap. Tempo terhadap peristiwa inidituangkan dalam pemberitaan dengan menggunakan elemen yang berkaitandengan substansi peristiwa dan lebih menonjolkan sisi kontroversinya. Tujuannyaadalah untuk mendapatkan fakta yang sebenarnya dari suatu persitiwa. Strategilain yang dilakukan oleh Tempo dalam pemberitaan mengarah kepada pemecahanmasalah. Apabila menemui suatu permasalahan yang belum jelas, Tempomengarahkan isu ke permasalahan yang sudah lebih jelas, misalnya yang sudahjelas bersalah dalam peristiwa ini adalah Djoko Susilo. Dalam strukturpenulisannya, Tempo masih belum berani mengkritik secara tajam, masih dalamwilayah abu-abu dalam menentukan sikap mengenai dugaan kasus korupsipengadaan simulator SIM yang melibatkan dua institusi besar negara, KPK danPOLRI.Kata kunci: konstruksi, framing, dan media massa.

 

Article Metrics: