Pemaknaan Perempuan Terhadap Konstruksi Mitos Kecantikan Dalam Media Online Femaledaily.com

*Area Sandhy  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Dr. Hapsari Dwiningtyas, S.Sos, MA  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Published: 19 Sep 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 706 451
Abstract
Penelitian ini membahas mengenai bagaimana konstruksi-konstruksi mitos kecantikan yang ditampilkan di dalam media online Femaledaily.com mempengaruhi persepsi perempuan tentang gambaran-gambaran kecantikan dan tubuh ideal bagi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Femaledaily.com mengkonstruksi citra-citra kecantikan ideal dan bagaimana pemaknaan perempuan terhadap citra-citra kecantikan ideal tersebut. Analisis dilakukan dengan paradigma kritis dan menggunakan metode analisis resepsi milik Ien Ang. Beauty Myth Theory Naomi Wolf dan Disciplining Body Theory Michael Foucault digunakan sebagai teori yang menjelaskan bagaimana mitos-mitos kecantikan berkembang dalam media baru saat ini dan ritual-ritual kecantikan apa saja yang dilakukan oleh perempuan untuk memenuhi citra-citra kecantikan ideal yang dikonstruksi oleh media. Hasil penelitian menunjukkan pemaknaan terhadap setiap elemen kecantikan yang dilakukan oleh keseluruhan subjek penelitian memiliki keberagaman yang dipengaruhi oleh latar belakang masing-masing subjek penelitian, antara lain usia dan jenis pekerjaan. Pada elemen kecantikan pembentukan tubuh keseluruhan subjek penelitian memiliki pemaknaan yang serupa dengan makna dominan dalam teks, bahwa tubuh langsing dengan perut rata serta lengan dan paha yang kencang seperti yang ditampilkan di dalam teks memang merupakan bentuk tubuh ideal yang diidamkan oleh setiap perempuan. Pada elemen kecantikan kulit wajah keseluruhan subjek penelitian memiliki pemaknaan yang berlawanan dengan makna dominan dalam teks yang merepresentasikan perempuan cantik sebagai perempuan yang memiliki kulit wajah yang cerah dan awet muda, sementara keseluruhan subjek penelitian memaknai perempuan cantik tidak selalu harus yang berkulit cerah dan awet muda karena pada kenyataannya banyak perempuan yang berkulit coklat atau gelap atau yang sudah tua pun tetap dapat terlihat cantik asalkan kulit wajah mereka tetap bersih dan terawat.
Keywords: komunikasi jender, mitos kecantikan, media online

Article Metrics: