Hubungan Konsep Diri dan Intensitas Komunikasi dengan Tingkat Depresi pada Lansia di Panti Jompo

*Digna Margareth Rismauli  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Dr. Dra. Sri Budi Lestari, SU  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Published: 13 Sep 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 127 100
Abstract
Latar belakang penelitian ini didasari dari adanya kondisi keluarga modern dimana anak yang sibuk bekerja memilih untuk menitipkan lansia ke panti jompo dibanding merawatnya sendiri di rumah. Akibat kondisi ini, intensitas komunikasi antara keluarga dengan lansia menjadi menurun. Lansia yang tinggal di panti jompo juga cenderung akan memiliki konsep diri yang negatif karena merasa dicampakkan oleh keluarganya. Hal ini kemudian berdampak pada tingkat depresi yang dialami lansia saat tinggal di panti jompo, meskipun disana mereka dapat berkomunikasi dengan teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsep diri dan intensitas komunikasi keluarga dengan tingkat depresi pada lansia di panti jompo. Teori yang digunakan pada penelitian ini ialah Teori Organisasi Kepribadian yang menjelaskan hubungan antara konsep diri dengan tingkat depresi pada lansia di panti jompo. Selain itu, Teori Dialektika Relasional menjelaskan hubungan antara intensitas komunikasi keluarga dengan tingkat depresi pada lansia di panti jompo. Populasi penelitian ini ialah lansia yang tinggal di panti jompo Wisma Lansia Harapan Asri Semarang. Sampel yang diambil sebanyak 33 orang dengan teknik simple random sampling menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Uji hipotesis penelitian ini menggunakan Analisis Kendall’s Tau_b. dengan bantuan dari peranti lunak SPSS Versi 20. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, didapatkan hasil bahwa semakin negatif konsep diri seseorang, maka tingkat depresinya cenderung akan menjadi berat. Data ini ditunjukkan dari angka signifikansi sebesar 0,003 dengan koefisien korelasi yang lemah senilai -0,375. Dengan demikian hipotesis pertama dalam penelitian ini dapat diterima bahwa terdapat hubungan antara konsep diri (X1) dengan tingkat depresi pada lansia di panti jompo (Y). Hasil uji hipotesis juga menunjukkan nilai signifikansi 0,481 antara variabel intensitas komunikasi keluarga(X2) dengan tingkat depresi pada lansia di panti jompo (Y). Nilai signifikansi ini mencapai lebih dari taraf signifikansi 0,05 sehingga menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel terkait. Dengan demikian hipotesis kedua dalam penelitian ini tidak dapat diterima.
Keywords: Konsep Diri, Intensitas Komunikasi Keluarga, Tingkat Depresi pada Lansia di Panti Jompo

Article Metrics: