Hubungan Sikap Suportif dan Kedekatan Interpersonal dengan Munculnya Konflik dalam Tim Dota2 di Indonesia

*Ardhisti Adi Utamanyu  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Djoko Setyabudi, S.Sos, MM  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Published: 30 Jun 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 169 98
Abstract
Dota2 adalah sebuah game online yang sangat populer di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Sayangnya, popularitas ini diikuti juga dengan munculnya konflik antara para pemainnya. Konflik ini tidak hanya terjadi antara kubu yang berlawanan namun juga pada kubu yang sama. Ada banyak kasus dari para pemain Indonesia, dimana sikap suportif justru dibalas dengan kata-kata kasar. Di antara teman pun, kekerasan verbal bahkan fisik ternyata juga masih ada,. Terdapat fenomena yang mengungkapkan bahwa terlepas dari apapun yang kita lakukan, dan seberapa dekat relasi kita dengan pemain lain, di lapangan faktanya tetap saja terjadi perselisihan. Maka dari itu peneliti akan mencari tahu hubungan sikap suportif dan kedekatan interpersonal dengan munculnya konflik dalam tim Dota2 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan seratus responden yang bermain Dota2 bersama dalam tim dan dianalisis menggunakan kendall tau-b. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa sikap suportif dan kedekatan interpersonal tidak memiliki hubungan dengan munculnya konflik dalam tim Dota2 di Indonesia. Hal ini berlawanan dengan asumsi awal serta teori Raymond Cattell, Lewis Coser, serta beberapa penelitian lain yang dijadikan dasar. Peneliti menggunakan teori kebutuhan manusia dari Abraham Maslow untuk menjelaskan hasil dari kasus ini.
Keywords: sikap suportif, kedekatan interpersonal, konflik, tim, Dota2, korelasi

Article Metrics: