Hubungan Sikap Suportif dan Kedekatan Interpersonal dengan Munculnya Konflik dalam Tim Dota2 di Indonesia

Ardhisti Adi Utamanyu, Djoko Setyabudi, S.Sos, MM

Abstract


Dota2 adalah sebuah game online yang sangat populer di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Sayangnya, popularitas ini diikuti juga dengan munculnya konflik antara para pemainnya. Konflik ini tidak hanya terjadi antara kubu yang berlawanan namun juga pada kubu yang sama. Ada banyak kasus dari para pemain Indonesia, dimana sikap suportif justru dibalas dengan kata-kata kasar. Di antara teman pun, kekerasan verbal bahkan fisik ternyata juga masih ada,. Terdapat fenomena yang mengungkapkan bahwa terlepas dari apapun yang kita lakukan, dan seberapa dekat relasi kita dengan pemain lain, di lapangan faktanya tetap saja terjadi perselisihan. Maka dari itu peneliti akan mencari tahu hubungan sikap suportif dan kedekatan interpersonal dengan munculnya konflik dalam tim Dota2 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan seratus responden yang bermain Dota2 bersama dalam tim dan dianalisis menggunakan kendall tau-b. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa sikap suportif dan kedekatan interpersonal tidak memiliki hubungan dengan munculnya konflik dalam tim Dota2 di Indonesia. Hal ini berlawanan dengan asumsi awal serta teori Raymond Cattell, Lewis Coser, serta beberapa penelitian lain yang dijadikan dasar. Peneliti menggunakan teori kebutuhan manusia dari Abraham Maslow untuk menjelaskan hasil dari kasus ini.

Keywords


sikap suportif, kedekatan interpersonal, konflik, tim, Dota2, korelasi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Interaksi Online, is published by Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jln. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275; Telp. (024)7460056, Fax: (024)7460055


Creative Commons License
Interaksi Online by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/interaksi-online is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



Lihat Statistik Pengunjung