Analisis Perbedaan Permintaan Pembelian pada Anak berdasarkan Terpaan Pesan Fantasi Iklan Televisi dan Persepsi Realitas

*Erlita Ardiana .  -  Jurusan Ilmu Komunikasi Universitasi Diponegoro
Nurist Surayya Ulfa S.Sos, M.Si  -  Jurusan Ilmu Komunikasi Universitasi Diponegoro
Published: 30 Mar 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 97 100
Abstract
Anak merupakan pangsa pasar yang potensial, sebab, selain memiliki keunikan tersendiri, mereka merupakan influencer market yang mana memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan pembelian di dalam keluarganya. Oleh karenanya pemasar berlomba-lomba mencari strategi yang tepat untuk menyasar anak. Salah satu strategi yang digunakan oleh produk Shampo and Conditioner Eskulin Frozen dalam menyasar anak adalah dengan menggunakan iklan yang berisi pesan fantasi. Strategi ini diduga memungkinkan pertimbangan anak dalam melakukan permintaan pembelian kepada orang tuanya, sebab kemampuan kognitif anak yang terbatas, menjadikan mereka mudah mempercayai apa yang mereka lihat. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui adanya Perbedaan Permintaan Pembelian pada Anak berdasarkan Terpaan Pesan Fantasi Iklan Televisi dan Persepsi Realitas. Dasar pemikiran yang digunakan adalah Advertising Eksposure Theory dan Children Information Processing of Advertising Theory. Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksplanatori. Sampel dalam penelitian ini adalah anak-anak perempuan dengan rentan usia 7 hingga 11 tahun dengan ketentuan pernah menonton tayangan iklan Shampo & Conditioner Eskulin Frozen. Responden yang diambil adalah sejumlah 50 orang responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji non parametrik Mann-Whitney U test dengan bantuan alat statistik SPSS. Hasil uji hipotesis pertama dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan permintaan pembelian yang signifikan pada anak yang terkena terpaan pesan fantasi tinggi dan rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai P-value yang menunjukkan angka < 0.05 yaitu senilai 0.014. Uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan permintaan pembelian yang signifikan pada anak yang memiliki persepsi realitas tinggi dan rendah. Ini ditunjukkan dari hasil signifikasi yang menunjukkan nilai P-value > 0.05 yaitu sebesar 0.538. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat faktorfaktor lain diluar persepsi realitas yang mempengaruhi permintaan pembelian anak.
Keywords: Terpaan Pesan Fantasi, Persepsi Realitas, Permintaan Pembelian Anak

Article Metrics: