REDESAIN ASRAMA MAHASISWA DI JAKARTA BARAT

*okto bonny - 
hermin werdiningsih - 
bambang suyono - 
Published: 29 Jun 2015.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 44 25
Abstract
Dunia pendidikan di Kota DKI Jakarta yang terus bertumbuh tentunya akan menarik banyakminat  para pelajar, tak  hanya dari dalam kota. Dari luar kota pun banyak  yang rela merantau keIbukota  demi  mengejar cita  cita,  banyaknya lembaga pedidikan negeri  ataupun swasta di DKIJakarta  adalah salah satu faktor  berkembangnya ranah pendidikan di  Ibukota.  Banyaknya parapelajar dari luar ibukota juga menjadi sasaran empuk bagi para pencari peluang usaha di luar duniapendidikan. Bidang usaha yang digeluti dan ditargetkan untuk para pendatang ini biasanya adalahjasa tempat tinggal sementara. Jenis tempat tinggal sementara ini banyak ragamnya mulai dari jenisrumah kost, kontrakan, asrama, atau apartemen bagi pelajar dengan tarif sewa murah.Tak sedikit lembaga pendidikan di ibukota bahkan sudah menyiapkan sarana tempat tinggalsementara bagi  para pelajar di  lembaga tersebut.  Seperti  contohnya Rusunawa  UniversitasDiponegoro,  Rumah Susun Mahasiswa  Universitas  Teknik  Surabaya,  dan Binus  Square  oleh BinaNusantara University.  Dari  beberapa sarana tempat  tinggal  bagi  pelajar  diatas.  Yang berada diJakarta  adalah Binus  Square.  Bina Nusantara atau Binus  sudah menjadi  lembaga pendidikan bagipelajar  Strata 1 hingga Strata  3  sejak  lama.  Namun berdirinya Binus Square  baru tahun 2010.Dengan desain menyerupai  apartemen. Binus  Square langsung diminati  sejak  pertama  kalidiresmikan.Dengan segala kemewahan dan fasilitas yang ada, Binus Square memang dikatakan nyarissempurna bagi para mahasiswa. Namun ternyata tidak sedikit juga mahasiswa yang lebih memilihtidak  tinggal  di  Binus  Square  dengan baragam  alasan.  Mulai  dari  biaya sewa yang mahal  bagisebagian mahasiswa,  jauh dari  tempat makan,  tidak  bebas,  kamar  yang terbatas,  tidak  terlalunyaman jika sudah dikamar,  ukuran ruangan kamar  yang dirasa  kurang manuasiawi  danterbatasnya pengunjung yang boleh  bertamu. Sehingga membuat  beberapa mahasiswa lebih relamenghabiskan Rp1.000.000 di rumah kost atau kontrakan karena dirasa berharga dibanding di BinusSquare.Dunia pendidikan di Kota DKI Jakarta yang terus bertumbuh tentunya akan menarik banyakminat  para pelajar, tak  hanya dari dalam kota. Dari luar kota pun banyak  yang rela merantau keIbukota  demi  mengejar cita  cita,  banyaknya lembaga pedidikan negeri  ataupun swasta di DKIJakarta  adalah salah satu faktor  berkembangnya ranah pendidikan di  Ibukota.  Banyaknya parapelajar dari luar ibukota juga menjadi sasaran empuk bagi para pencari peluang usaha di luar duniapendidikan. Bidang usaha yang digeluti dan ditargetkan untuk para pendatang ini biasanya adalahjasa tempat tinggal sementara. Jenis tempat tinggal sementara ini banyak ragamnya mulai dari jenisrumah kost, kontrakan, asrama, atau apartemen bagi pelajar dengan tarif sewa murah.Tak sedikit lembaga pendidikan di ibukota bahkan sudah menyiapkan sarana tempat tinggalsementara bagi  para pelajar di  lembaga tersebut.  Seperti  contohnya Rusunawa  UniversitasDiponegoro,  Rumah Susun Mahasiswa  Universitas  Teknik  Surabaya,  dan Binus  Square  oleh BinaNusantara University.  Dari  beberapa sarana tempat  tinggal  bagi  pelajar  diatas.  Yang berada diJakarta  adalah Binus  Square.  Bina Nusantara atau Binus  sudah menjadi  lembaga pendidikan bagipelajar  Strata 1 hingga Strata  3  sejak  lama.  Namun berdirinya Binus Square  baru tahun 2010.Dengan desain menyerupai  apartemen. Binus  Square langsung diminati  sejak  pertama  kalidiresmikan.Dengan segala kemewahan dan fasilitas yang ada, Binus Square memang dikatakan nyarissempurna bagi para mahasiswa. Namun ternyata tidak sedikit juga mahasiswa yang lebih memilihtidak  tinggal  di  Binus  Square  dengan baragam  alasan.  Mulai  dari  biaya sewa yang mahal  bagisebagian mahasiswa,  jauh dari  tempat makan,  tidak  bebas,  kamar  yang terbatas,  tidak  terlalunyaman jika sudah dikamar,  ukuran ruangan kamar  yang dirasa  kurang manuasiawi  danterbatasnya pengunjung yang boleh  bertamu. Sehingga membuat  beberapa mahasiswa lebih relamenghabiskan Rp1.000.000 di rumah kost atau kontrakan karena dirasa berharga dibanding di BinusSquare.
Keywords
Asrama ,Mahasiswa, Jakarta Barat, Arsitektur Modern

Article Metrics: