ASRAMA MAHASISWA DI SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR TROPIS

*muhammad amanda - 
titien woro - 
gagoek hardiman - 
Published: 1 Oct 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 50 70
Abstract


Peningkatan jumlah penduduk yang pesat merupakan hal yang selalu mendasari munculnya
tuntutan kebutuhan akan tempat tinggal di kota-kota besar. Badan Pusat Statistik mencatat jumlah
penduduk Kota Semarang pada tahun 2011 mencapai 1.544.358 jiwa. Tentu saja jumlah tersebut
belum termasuk jumlah perpindahan penduduk dari luar kota ke Semarang. Adanya Perguruan
Tinggi Negeri (PTN) yang sedang berkembang pesat seperti Universitas Diponegoro (UNDIP) di
daerah Tembalang (bagian tenggara Kota Semarang) menjadikan banyaknya jumlah pendatang
lebih didominasi oleh kalangan pelajar. Seiring dengan meningkatnya jumlah peminat PTN ini,
jumlah migrasi mahasiswa pendatang ke kawasan kampus UNDIP Tembalang-pun dari tahun ke
tahun semakin meningkat, sehingga BPS mencatat pada tahun 2011 kecamatan ini sebagai
penyumbang jumlah pendatang terbesar di Semarang. Perkembangan yang pesat membuat
pembangunan cenderung tidak beraturan di sekitar lingkungan kampus, sehingga lahan yang
tersedia tidak mampu dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Harga tanahpun semakin melonjak
dan langka. Fenomena ini tentu mendorong minat investasi perusahaan pengembang untuk
membuat hunian vertikal baru sekelas apartemen yang saat ini menjadi solusi praktis dari masalah
yang ada, serta lebih banyak diminati oleh kalangan mahasiswa di kota-kota besar.
Untuk itu diperlukan sebuah kajian yang meninjau lebih dalam mengenai pengertian hunian
vertikal untuk mahasiswa, dalam hal ini dinamakan ‘asrama mahasiswa’ untuk kelas menengah
keatas yang memiliki fasilitas sekelas apartemen. Dilakukan juga beberapa studi banding mengenai
hunian vertikal untuk mahasiswa di beberapa kota besar lain, untuk kemudian disesuaikan dan
diterapkan berdasarkan kondisi di kecamatan Tembalang, Semarang. Pendekatan perancangan
dilakukan dengan penekanan desain arsitektur tropis menyesuaikan iklim setempat, dengan
mempertimbangkan aspek fungsional, kinerja, teknis dan kontekstual bangunan setipe.

Article Metrics: