SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) TUNA GRAHITA KOTA CILEGON

*hidayah khaifah - 
wijayanti wijayanti - 
bambang murtomo - 
Published: 1 Oct 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 66 27
Abstract


Pendidikan merupakan salah satu kunci penting dalam menentukan masa depan suatu
bangsa. Pengertian pendidikan sendiri ialah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Khusus bagi para
penyandang cacat disebutkan bahwa warga Negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental,
intelektual dan atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Pendidikan luar biasa adalah
pendidikan yang khusus diselenggarakan bagi peserta didik yang menyandang kelainan fisik ataupun
kelainan mental. Sekolah Luar Biasa di Kota Cilegon yang tersebar di kecamatan berbeda hingga
saat ini mengalami peningkatan jumlah siswa, dan akan diperkirakan hal ini akan berlanjut hingga
beberapa tahun kedepan. Untuk dapat menampung jumlah yang terus meningkat tersebut dan agar
dapat mencapai tujuan pendidikan itu sendiri perlu adanya peningkatan fasilitas baik itu berupa
pengembangan sekolah maupun penambahan sarana prasarana yang dapat mendukung kegiatan
belajar mengajar, latihan dan kegiatan lainnya. Akan tetapi melihat kondisi SLB di kota cilegon saat
ini, sulit untuk bisa dikembangkan, dikarenakan lahan yang tersedia cukup kecil. Oleh karena itu
Kota Cilegon memerlukan suatu lembaga pendidikan yang di khususkan untuk para penyandang
cacat Tuna Grahita.
Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Pendidikan luar biasa, pengertian
dan klasifikasi Tuna Grahita, Standar pelayanan minimal sekolah luar biasa, serta studi banding ke
beberapa SLB yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Cilegon, perkembangan
pendidikan luar biasa di kota Cilegon, serta kajian persebaran SLB yang ada di kota Cilegon.
Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Universal Desain yaitu sebuah
konsep desain yang mengedepankan fungsi desain yang dapat digunakan oleh semua orang. Selain
itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan
pada 3 alternatif tapak dengan melakukan penilaian terhadap tapak.
Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2
dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.

Article Metrics: