PERPUSTAKAAN HIBRIDA DI KOTA BOGOR DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR EKSPRESIONIS

*gumelar rachmat - 
atiek suprapti - 
edward pandelaki - 
Published: 1 Oct 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 21 50
Abstract

Pada saat ini perpustakaan daerah Kota Bogor belum mengalami perkembangan yang
menggembirakan, terutama dalam beberapa tahun terakhir malah pengunjung perpustakaan
cenderung menurun. Tanggal November 2013 pengunjung di Perpusatakaan Kota Bogor di Jl. Juanda,
tak kurang dari 500 orang (pos kota 8 nov 2013), padahal target yang direncanakan oleh oleh pemda
Kota Bogor pada tahun 2014 masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan harusnya berjumlah 40.000
pengunjung. Ditenggarai rendahnnya masyarakat yang mengunjungi perpustakaan ini di antaranya,
perkembangan teknologi yang semakin canggih, sehingga hampir setiap masyarakat memiliki akses
langsung mendapatkan informasi atau data yang dibutuhkan via internet.
Salah satu cara untuk memecahkan permasalahan di atas yaitu dengan membangun suatu
perpustakaan yang memiliki konsep baru, yang tidak hanya menjadikan perpustakaan hanya sebagai
tempat membaca dan mencari buku, namun tempat tersebut dirancang untuk tujuan rekreatif sekaligus
edukatif. Perpustakaan yang dapat menampung kegiatan edukatif dan rekreatif di Kota Bogor ini
disebut Perpustakaan Hibrida. Dengan konsep arsitektur ekspresionis diharapkan bangunan yang
dirancang tidak kaku dan membuat masyarakat lebih tertarik untuk mengunjungi perpustakaan Kota
Bogor.

Article Metrics: