SEKOLAH TINGGI ARSITEKTUR DI YOGYAKARTA DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN

*ayuta lestariani - 
eddy darmawan - 
hermin werdiningsih - 
Published: 1 Oct 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 14 23
Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah berpotensi untuk mewujudkan
rencana institusi ini. Seperti yang kita ketahui bersama,Kota Yogyakarta ini dikenal sebagai kota pelajar,
hal ini dibuktikan dengan banyaknya sekolah dan perguruan tinggi baik negri maupun swasta yang
berada di kota ini. ATA YKPN adalah satu-satunya akademi arsitektur yang berada di Pulau Jawa.
Sebagai akademi arsitektur,
ATA YKPN hanya menyediakan jenjang pendidikan D3 saja tanpa ada S1 dan S2. Namun, seiring
dengan perkembangannya dalam beberapa tahun terakhir,Kampus ini makin kehilangan peminat
pelajar yang ingin belajar ilmu arsitektur disana. Padahal pada kenyataannya,minat pelajar terhadap
ilmu arsitektur semakin tahun semakin bertambah.Hal ini disebabkan karena YKPN hanya menawarkan
program D3 untuk disiplin ilmu arsitektur, sementara pelajar cenderung lebih banyak yang berminat
untuk melanjutkan ke jenjang S1. Sebuah akademi arsitektur memiliki standar tertentu yang berupa
standar ruang serta standar ukuran kawasan yang menjadikan tempat tersebut maksimal sebagai
lembaga pendidikan arsitektur. ATA YKPN sendiri hanya memiliki luas kurang lebih 3500m2
,padahal
untuk standar akademi luas minimal yang dibutuhkan adalah 5000 m2
dengan fasilitas yang berupa
ruang kelas, ruang laboratorium computer,studio gambar dan perpustakaan disamping jenjang
pendidikan yang hanya jenjang D3 (Diploma 3) saja.

Article Metrics: