UNDIP MARINE STATION LABORATORY TERPADU DI KARIMUNJAWA

*Tanti Wijayanti  -  jaft undip
Received: 27 Jun 2014; Published: 1 Jul 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Penelitian merupakan sebuah kegiatan yang sudah tidak asing lagi di dengar di dunia pendidikan
setingkat Perguruan Tinggi. Berbagai bidang memiliki kegiatan penelitian atau Research sebagai
bentuk pengembangan terhadap berbagai disiplin ilmu, tidak terkecuali bidang kelautan. Sebuah
Marine Station yang masih terdengar asing di Indonesia merupakan salah satu bagian terpenting
dalam kegiatan research bidang kelautan. Sebagai salah satu Universitas Negeri yang memiliki
Jurusan Ilmu Kelautan dan Oceanografi,Undip dirasa perlu memiliki sebuah Marine Station yang
dapat mengakomodasi kegiatan penelitian yang dilakukan baik oleh Mahasiswa dan dosen dari
kalangan internal Universitas hingga peneliti di luar kalangan universitas. Fenomena yang ada saat
ini, kegiatan penelitian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip banyak dilakukan di Teluk Awur
Marine Station Jepara sebagai salah satu Kampus yang berada di Jepara. KarimunJawa dengan
keaneragaman hayatinya serta biota lautnya merupakan sebuah tempat yang dapat
mengakomodasi kegiatan penelitian. Pengambilan sample di Karimunjawa menuntut peneliti
menyebrang dari Jepara ke Karimunjawa untuk sampling dan membawanya kembali ke Jepara untuk
di teliti. Selain itu keragaman biota lautnya membuat Karimunjawa memiliki daya Tarik tersendiri
terhadap kegiatan pariwisata bawah laut seperti snorkeling,diving dan sebagainya. Sehingga dirasa
perlu untuk mengkombinasikan antara kegiatan research dan konservasi dengan rekreasi menjadi
sebuah bangunan Marine Station Laboratory Terpadu.
Kajian di awali dengan pengkajian teori terhadap pengertian Marine Station dan Laboratory,
standar terhadap sebuah bangunan research, studi banding dengan studi literature terhadap
bangunan Marine Station yang telah ada. Tinjauan terhadap Karimunjawa , serta aturan zonasi
penggunaan lahannya, pencapaian dari dermaga dan bandara Dewandaru menuju tapak.
Pendekatan perancangan menggunakan penekanan desain Eko-Arsitektur. Serta dilakukan
pendekatan fungsional, kontekstual,kinerja, teknis dan arsitektural. Tapak yang digunakan adalah
tapak tersedia yang pada awalnya di rencankan untuk penempatan sebuah laboraturium Undip di
Karimunjawa.
Sebagai Kesimpulan , luaran program ruang yang di butuhkan serta gambar dua dimensi dan
tiga dimensi sebagai ilustrasi desain.

Article Metrics: