SEMARANG YOUTH AND COMMUNITY CENTRE

*Fahry Adam -  jaft undip
Received: 27 Jun 2014; Published: 1 Jul 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 12 146
Abstract


Dewasa ini perkembangan teknologi, seni dan kebudayaan yang masuk ke Indonesia, khususnya
Semarang semakin berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan kecenderungan pendidikan
masyarakat yang semakin maju dalam berbagai bidang. Badan Pusat Statistik mencatat jumlah
pelajar yang terus meningkat, terdapat 272.873 siswa pada tahun 2012 di Semarang. Tidak jarang
dijumpai, banyaknya remaja di Semarang yang sudah fasih dalam menggunakan perangkat
teknologi seperti komputer dan smartphone. Di Semarang juga mulai tumbuh berbagai acara
hiburan dan pertunjukkan seni yang diselenggarakan baik oleh pihak pemerintah maupun swasta.
Kegiatan pertunjukkan seni dan pentas musik pun turut didominasi oleh partisipasi kaum remaja.
Dengan menjamurnya perkumpulan kesenian di Semarang, tercatat pada Badan Pusat Statistik
tahun 2012 terdapat 304 kelompok kesenian yang aktif melakukan kegiatan. Hal ini tentu
mendorong arah minat para remaja untuk mengembangkan diri pada bidang-bidang tersebut. Pada
kenyataannya, perkembangan minat remaja di Semarang belum dapat diimbangi dengan
tersedianya fasilitas-fasilitas untuk mewadahi kegiatan remaja dalam mengembangkan potensi diri.
Terutama diluar ranah pendidikan, seperti minat pada seni dan olahraga belum dapat ditampung
dengan baik.
Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Youth dan Community, pengertian dan
standar-standar mengenai fasilitas-fasilitas olahraga, hiburan dan pendidikan serta studi banding
beberapa gelanggang remaja yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Semarang,
perkembangan fasilitas di kota tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukungnya.
Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep high tech menurut Charles Jenks.
Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak
dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan.
Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi
dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.

Article Metrics: