SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) KOTA TANGERANG

*Deasy Sari -  jaft undip
Received: 27 Jun 2014; Published: 1 Jul 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 13 25
Abstract

Pada dasarnya Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Di Indonesia
pendidikan merupkan kunci utama kesuksesan bangsa, dan pendidikan harus selalu diperbaharui ke
arah yang lebih baik guna mencetak para pemuda-pemudi yang bermanfaat bagi Bangsa. Dalam
usaha memajukan pendidikan hal utama yang harus ditinjau adalah ketersediaan tenaga
kependidikan yakni guru. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) adalah sekolah yang
termasuk dalam jenjang pendidikan tinggi. Sekolah tinggi ini merupakan salah satu jenis perguruan
tinggi yang mempunyai misi untuk menghasilkan tenaga kependidikan terutama tenaga guru. Kota
Tangerang sendiri merupakan salah satu kota penyangga ibu kota Jakarta, yakni kota yang saat ini
semakin berkembang dari tahun ke tahun. Sebagai kota penyangga ibu kota, Kota Tangerang sudah
selayaknya turut memajukan pendidikan bangsa. Oleh karena itu Kota Tangerang memerlukan suatu
lembaga yang di khususkan untuk ilmu pendidikan yakni Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (STKIP). Hal ini guna terciptanya tenaga kependidikan yang memadai sesuai dengan
kebutuhan Kota Tangerang dalam rangka memanjukan dan mensukseskan pendidikan bangsa.
Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Pendidikan, pengertian dan standar-
standar mengenai Sekolah Tinggi, tinjauan mengenai Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
(STKIP), serta studi banding ke beberapa STKIP yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai
Kota Tangerang, perkembangan pendidikan di kota, serta program-program pemerintah yang
mendukungnya. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep arsitektur tropis
yaitu arsitektur yang peka terhadap iklim setempat yakni iklim tropis. Selain itu dilakukan
pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3
alternatif tapak dengan melakukan penilaian terhadap tapak.
Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi
dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.

Article Metrics: