PENATAAN KAMPUNG SENTRA INDUSTRI PERKALENGAN BUGANGAN PENEKANAN DESAIN ECO ARCHITECTURE

*arief Fadhilah - 
Titien Woro Murtini - 
Bambang Supriyadi - 
Published: 31 Jul 2012.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 41 47
Abstract


Pertumbuhan Kota Semarang sebagai kota perdagangan, industri dan jasa memberikan tawaran
kepada masyarakat akan segala macam usaha baik skala kecil maupun besar dengan harapan dapat terus
meningkatkan ekonomi masyarakat. Namun tanpa dibarengi dengan perencanaan dan perancangan yang baik,
maka harapan tersebut tidak akan tercapai. Sebut saja sebuah sentra industri di Kelurahan Bugangan
Semarang Timur yang terkenal dengan produksi kompor sumbunya, salah satu diantara banyak usaha mikro
yang sudah ada sejak tahun 1970-an. Semakin tingginya tingkat aktivitas di kampung sentra industri tersebut
tanpa diimbangi dengan fasilitas yang memadai menyebabkan berbagai permasalahan baik dari aspek
produksi, kebutuhan pemasaran, hunian, dan limbah yang mempengaruhi ekologi lingkungan. Oleh sebab itu,
kampung sentra industri yang berada di bantaran sungai Banjir Kanal Barat ini memerlukan penataan kembali
yang dapat mengakomodir aktivitas produksi, pemasaran, dan hunian yang tetap memperhatikan aspek
ekologi lingkungan.
Mengenali lokasi adalah hal utama yang dilakukan penulis, melalui observasi langsung, pendekatan
pelaku secara natural dan pengumpulan data sebagai dasar utama dalam merumuskan program perancangan.
Untuk melengkapi dasar perancangan, dilakukan studi banding kebeberapa objek sentra industri di Kota Solo
dan Yogyakarta seperti Kampung Blangkon, Kampung Shuttlecock, Kampung Batik, dan lainnya. Pendalaman
konsep ekologi sebagai dasar perancangan yang merespon lingkungan dilakukan dengan studi literatur.
Penataan dilakukan pada lokasi tapak yang sama dan perhitungan kebutuhan luas lahan didasarkan pada studi
ruang dan bangunan yang dibutuhkan dengan memperhatikan regulasi seperti Garis Sepadan Bangunan (GSB),
KDB, KLB, dan Garis Sepadan Sungai (GSS). Tata massa bangunan, tampilan, struktur, dan utilitas lingkungan
dirancang dengan tetap memperhatikan lingkungan sekitar yang tidak dapat dipisahkan dalam proses
perancangan.
Banjir Kanal Timur Semarang adalah salah satu potensi kampung ini yang saat ini tidak mendapat
perhatian. Menjadikan sungai sebagai orientasi perancangan menjadi pelengkap konsep eko arsitektur yang
akan mendasari penataan kawasan hingga dalam skala mikro (bangunan, manajemen limbah, dan
sebagainya). Memperhatikan potensi angin, respon terhadap matahari, pemanfaatan air hujan, pemakaian
bahan-bahan bekas, penghematan energi, dan manajemen lingkungan adalah suatu sistem holistik yang akan
diperhatikan dalam penataan kampung sentra industri perkalengan di Bugangan Semarang.

Keywords
kampung industri, penataan, ekologi

Article Metrics: